Nah, yang menarik dari pernyataan DiNanno adalah klaim soal cara China menyembunyikan aktivitasnya. Dia menuduh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sengaja mengaburkan ledakan nuklir. Caranya? Pakai metode "decoupling" sebuah teknik yang konon bisa mengurangi efektivitas pemantauan seismik. Intinya, dunia sulit mendeteksi.
Di sisi lain, momentum tuduhan ini muncul pas banget. Perjanjian nuklir AS dengan Rusia baru saja berakhir pekan ini. Jadi, Washington sekarang berusaha membujuk Beijing agar mau bergabung dalam perjanjian nuklir yang baru. Situasinya jadi rumit. Satu perjanjian berakhir, sementara salah satu pemain kunci justru dituduh main belakang.
Laporan dari Jenewa ini jelas memanaskan situasi. AS sepertinya sedang menekan, bukan cuma dengan kata-kata. Mereka menyiapkan panggung untuk negosiasi yang lebih alot soal pengendalian senjata ke depannya. Dan China? Belum ada tanggapan resmi. Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Orang, 6 di Antaranya Pengungsi Palestina
Damkar Tanjung Uban Peringatkan Bahaya Karhutla di Musim Angin Kencang
Kemhan dan TNI Siapkan Efisiensi BBM untuk Antisipasi Gejolak Global
EMAS Ajukan Dual Listing ke Bursa Hong Kong Usai IPO di BEI