Namun begitu, pembicaraan soal anggaran ia sambungkan dengan visi yang lebih besar. Restuardy mengingatkan arahan Presiden Prabowo tentang pentingnya mewujudkan negara sejahtera. Dalam konsep itu, pemerintah punya peran sentral untuk melindungi warganya. Caranya? Lewat penyediaan pendidikan yang layak, fasilitas kesehatan, asuransi sosial, hingga jaminan hari tua. Sistem semacam ini, ungkapnya, bertujuan menciptakan kesetaraan peluang, pemerataan ekonomi, dan tentu saja keadilan.
Di sisi lain, Restuardy tak lupa menyoroti faktor manusia di balik semua rencana itu. Ia menyampaikan arahan dari Presiden dan Mendagri Tito Karnavian tentang pentingnya kompetensi dan loyalitas ASN. Menurutnya, aparatur negara harus menjalankan tugas secara profesional.
"Seharusnya kita semua komitmen terhadap tugas yang diberikan. Ini saya ingatkan," tegasnya.
Prinsipnya, dalam manajemen SDM, karakter ideal terbagi dua: kompeten dan loyal. Kompeten artinya punya kemampuan mengerjakan tugas dengan baik. Sementara loyal lebih pada kesungguhan dalam melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Nah, membangun kedua hal itu butuh pendekatan berbeda. Kompetensi bisa diasah lewat pelatihan atau seminar. Tapi loyalitas? Itu soal motivasi. Restuardy berpendapat, aparatur yang ideal adalah yang punya kedua sifat itu.
"Ini jadi PR masing-masing atasan untuk membangun loyalitas anak buah. Kalau kompetensi bisa dibangun dengan pelatihan. Tapi khusus loyalitas, hanya bisa dengan memotivasi," pungkasnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
AS Pertimbangkan Ketua Parlemen Iran Ghalibaf Sebagai Mitra Potensial
Paus Serukan Gencatan Senjata dan Dialog untuk Akhiri Konflik di Timur Tengah
Jasa Marga Imbau Disiplin Pengendara di Jalur One Way dan Contraflow Arus Balik
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Perairan Halmahera Selatan