Tabungan emas BRI ternyata mencatatkan lonjakan yang cukup fantastis di sepanjang tahun 2025. Ini bukan sekadar angka biasa, tapi bukti nyata dari komitmen BRI Group yang terus memperluas akses keuangan dan investasi buat masyarakat Indonesia.
Kalau kita lihat datanya, layanan bullion melalui Tabungan Emas Pegadaian berhasil menyentuh angka 13,7 ton. Yang menarik, angka ini melesat sekitar 67 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Cukup signifikan, bukan?
Di sisi lain, jumlah nasabah aktifnya juga ikut meroket. Tercatat ada 3,8 juta orang yang kini aktif menggunakan layanan ini. Ini jelas menunjukkan satu hal: minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman dan terjangkau semakin menguat.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, melalui keterangan resminya pada Kamis (20/11/2025) menyoroti pencapaian ini.
"Layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional," ujarnya.
Pertumbuhan yang cukup signifikan ini memang mencerminkan satu tren positif. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya memiliki investasi yang tidak hanya aman, tapi juga inklusif dan mudah dijangkau. Makanya, sebagai bagian dari strategi diversifikasi layanannya, BRI Group bakal terus mendorong pertumbuhan ekosistem emas nasional atau yang biasa mereka sebut Bullion Services.
Hery menambahkan, layanan ini memang sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam nasabah, baik ritel maupun korporasi.
"Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah ritel dan korporasi, mencakup pembiayaan modal kerja berbasis emas, produk tabungan dan deposito emas, perdagangan emas, serta jasa penitipan emas. Inisiatif ini mencerminkan komitmen BRI Group dalam menghadirkan solusi keuangan yang inovatif dan berkelanjutan," jelasnya.
Nah, untuk mewujudkan komitmen transformasi digital, Pegadaian bersama BRI sudah menjalankan dua inisiatif penting. Pertama, mereka meluncurkan aplikasi Tring!, semacam super app yang menghadirkan layanan emas berbasis digital secara terpadu. Aplikasi ini punya beragam fitur, mulai dari tabungan emas, gadai emas, cicilan emas, cetak emas, sampai layanan keuangan lainnya seperti pembayaran tagihan dan top-up e-wallet.
Kedua, mereka mengintegrasikan layanan emas Pegadaian ke dalam aplikasi BRIMo. Jadi nasabah bisa mengakses produk tabungan emas, cicil emas, cetak emas, dan transfer emas langsung dari sana.
"Kita tidak hanya melayani dari sisi pembiayaan mikro, namun kita ingin tumbuh di ekosistem emas nasional," tegas Hery.
Semua langkah ini menunjukkan betapa seriusnya BRI dalam membangun ekosistem investasi yang lebih merakyat dan mudah diakses.
Artikel Terkait
BPD Papua Gandeng MNC Life Hadirkan Asuransi Jiwa Kredit untuk ASN
Bareskrim Uji Kualitas Emas Sitaan Rp25,8 Triliun dari Tambang Ilegal
KIP Perintahkan BKN Buka Dokumen Hasil TWK KPK untuk Dua Mantan Pegawai
Kadin Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pikap India Ancam Industri Otomotif Lokal