Selain bantuan material, pemulihan kondisi mental korban, khususnya anak-anak, menjadi perhatian serius. Para taruna yang terlatih turun memberikan pendampingan psikologis di Sekolah Rakyat Aceh Tamiang dan TK Kemala Bhayangkara setempat.
Di lokasi, mereka terlihat aktif mengajak anak-anak menggambar, membaca, dan menulis. Interaksi yang penuh kehangatan ini bertujuan mengalihkan trauma dan mengembalikan semangat belajar serta tawa ceria di tengah situasi yang masih sulit.
Komitmen Nyata melalui Aksi Lingkungan
Komitmen untuk membantu masyarakat diwujudkan hingga ke tingkat paling praktis. Para taruna tak segan turun langsung ke lokasi terdampak banjir dan longsor untuk membersihkan sisa lumpur dari rumah-rumah warga. Aksi gotong royong pembersihan sampah dan puing ini menunjukkan dedikasi nyata dalam proses rehabilitasi kawasan, sekaligus meringankan beban fisik yang ditanggung masyarakat.
Serangkaian kegiatan ini merefleksikan pendekatan holistik dalam penanganan pascabencana, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik dan spiritual, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan lingkungan untuk pemulihan yang lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis
MAKI Pertanyakan Perbedaan Perlakuan KPK pada Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat