MURIANETWORK.COM - Kelompok Taruna Latsitardanus XLVI dari Akademi Kepolisian (Akpol) menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Bantuan yang difokuskan untuk mendukung kegiatan keagamaan menjelang Ramadan ini mencakup perlengkapan ibadah, disertai program trauma healing untuk anak-anak dan aksi bersih-bersih lingkungan pascabencana.
Dukungan untuk Kegiatan Ibadah Menjelang Ramadan
Menjelang bulan suci, para taruna memusatkan perhatian pada pemulihan sarana ibadah yang terdampak. Bantuan berupa sajadah, mukena, dan Al-Quran diserahkan langsung kepada pengurus Masjid Babu Taqwa di Aceh Tamiang. Langkah ini diambil untuk membantu jamaah mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan khusyuk.
Perwakilan Taruna Latsitardanus XLVI menjelaskan latar belakang aksi mereka. "Menjelang bulan suci Ramadan, kegiatan kami memberikan bantuan kepada tempat ibadah yang terdampak, salah satunya adalah di Masjid Babul Taqwa, Aceh Tamiang," ungkapnya.
Pemulihan Psikologis bagi Anak-anak Korban Bencana
Selain bantuan material, pemulihan kondisi mental korban, khususnya anak-anak, menjadi perhatian serius. Para taruna yang terlatih turun memberikan pendampingan psikologis di Sekolah Rakyat Aceh Tamiang dan TK Kemala Bhayangkara setempat.
Di lokasi, mereka terlihat aktif mengajak anak-anak menggambar, membaca, dan menulis. Interaksi yang penuh kehangatan ini bertujuan mengalihkan trauma dan mengembalikan semangat belajar serta tawa ceria di tengah situasi yang masih sulit.
Komitmen Nyata melalui Aksi Lingkungan
Komitmen untuk membantu masyarakat diwujudkan hingga ke tingkat paling praktis. Para taruna tak segan turun langsung ke lokasi terdampak banjir dan longsor untuk membersihkan sisa lumpur dari rumah-rumah warga. Aksi gotong royong pembersihan sampah dan puing ini menunjukkan dedikasi nyata dalam proses rehabilitasi kawasan, sekaligus meringankan beban fisik yang ditanggung masyarakat.
Serangkaian kegiatan ini merefleksikan pendekatan holistik dalam penanganan pascabencana, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik dan spiritual, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan lingkungan untuk pemulihan yang lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Tangkap Hakim PN Depok dalam OTT Dugaan Suap Pengurusan Perkara
Warga Bandung Terluka Tangan Usai Hadang Macan Tutul untuk Lindungi Anak-anak