Perahu-perahu yang menjadi barang bukti pembakaran masih tetap berada di tempat kejadian perkara, telah diberi garis polisi, dan dijaga untuk kepentingan penyidikan.
Mengenai operasi pengamanan tersebut, Titus Yudho Uly memberikan penjelasan lebih lanjut. "Kita beri pelayanan dan pengamanan warga yang mengambil kapal. Tadi berjalan dengan lancar. Semua kapal milik nelayan Kalirejo sudah kita geser dari pelabuhan ke Kalirejo, untuk mencegah aksi-aksi yang tidak diinginkan," jelasnya.
Kondisi Korban Luka Bacok
Di balik kerugian materiil, konflik ini juga menyisakan korban jiwa yang terluka. Dua warga Desa Kalirejo menjadi korban kekerasan dalam kerusuhan tersebut. Mereka adalah Moh Toha (32) yang menderita luka bacok di bagian perut dan kepala, serta Jefri Al Farisi (15) yang terluka pada lengan tangannya.
Meski mengalami trauma fisik yang serius, kabar terakhir menyebutkan kondisi keduanya telah menunjukkan perbaikan. "Korban yang mengalami penganiayaan setelah dirawat di rumah sakit kondisinya sudah membaik dan sudah pulang," tutur Kapolres.
Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh kepolisian untuk mengungkap akar persoalan dan menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang meresahkan masyarakat pesisir ini.
Artikel Terkait
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor Jika Arus Balik di Bakauheni Padat
Arus Balik Lebaran Meningkat 50%, Pengelola Tol Siagakan Rekayasa Lalu Lintas
Pesawat Militer Kolombia Jatuh di Perbatasan, Puluhan Tewas
Nintendo Switch 2 Didesain dengan Baterai Mudah Diganti, Respons Aturan Uni Eropa