MURIANETWORK.COM - Warga di tiga pelosok Kepulauan Meranti, Riau, bersiap menyambut beroperasinya tiga jembatan baru yang pembangunannya hampir rampung. Jembatan-jembatan ini dibangun untuk menjamin akses yang lebih aman bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, di daerah yang kerap terkendala geografi. Progres konstruksi di lokasi-lokasi tersebut kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Lokasi dan Peran Strategis Jembatan
Ketiga jembatan tersebut berada di titik-titik yang vital bagi mobilitas warga. Lokasinya tersebar di SDN 018 Semulut, Kecamatan Tebing Tinggi; MTS Al-Anshor di Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau; serta di Jalan Poros Dusun III, Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mengatasi isolasi dan menjadi penghubung penting bagi aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan belajar-mengajar hingga perekonomian lokal.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen institusional yang lebih luas. Pembangunan ini, menurutnya, bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan mendukung pemerataan kesempatan.
"Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol perlindungan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat pedesaan, khususnya anak-anak sekolah agar mereka dapat belajar dengan aman dan nyaman," jelasnya dalam keterangan pada Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, upaya ini merupakan tindak lanjut arahan dari pimpinan nasional untuk mempercepat pemerataan akses dan memperkuat inklusi sosial di daerah-daerah terpencil. Program Jembatan Merah Putih Presisi menjadi wujud nyata dari upaya meningkatkan keselamatan dan aksesibilitas layanan dasar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
Perkembangan Terkini Pembangunan
Memasuki hari ketujuh konstruksi, Kamis (5/2), kemajuan di ketiga lokasi terlihat signifikan meski dengan tantangan yang berbeda-beda.
SDN 018 Semulut, Tebing Tinggi
Di lokasi ini, jembatan kayu sepanjang 40 meter dan lebar 2,5 meter telah mencapai 70 persen pengerjaan. Seluruh lantai kayu telah terpasang dan dilapisi cat pelindung. Pekerjaan kini berfokus pada pemasangan pagar besi dan pembangunan tugu prasasti. Proses sempat mengalami kendala akibat pasang surut air laut dan keterlambatan pengiriman material, namun tetap dapat diatasi.
MTS Al-Anshor, Kuala Merbau
Sementara itu, di Desa Kuala Merbau, kegiatan difokuskan pada pekerjaan struktur beton. Tim tengah menyelesaikan perakitan besi sayap jembatan, pembuatan mal, dan pengecoran. Suasana kerja dilaporkan berjalan aman dan kondusif sepanjang hari.
Desa Tanjung Gemuk, Rangsang
Progres tercepat tercatat di Desa Tanjung Gemuk, yang telah mencapai 80 persen. Pada hari ketujuh, terlihat semangat gotong royong antara personel kepolisian setempat, pemerintah desa, dan warga masyarakat sambil menunggu proses pengerasan coran lantai. Tahap selanjutnya meliputi pengecoran tiang pagar, pengecatan, dan pemasangan prasasti.
Sinergi sebagai Kunci Keberhasilan
Keberhasilan percepatan pembangunan ini tidak lepas dari kolaborasi erat berbagai pihak. Proyek ini melibatkan personel dari berbagai satuan Polri di daerah, seperti Brimob, Ditpolairud, dan Ditsamapta, yang bekerja bahu-membahu dengan Polsek setempat, Bhabinkamtibmas, dan yang terpenting, partisipasi aktif warga lokal. Sinergi semacam ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terpencil paling efektif ketika dilakukan dengan pendekatan kemitraan yang solid, memahami kondisi lapangan, dan mendengarkan kebutuhan riil masyarakat.
Artikel Terkait
Ekonomi Banten Tumbuh 5,37% di 2025, Tertinggi dalam Dua Tahun
12 Pemuda Diamankan Usai Serang dan Rusak Motor di Bandung
The Washington Post PHK Ratusan Jurnalis dalam Restrukturisasi Menyakitkan
Banjir di Serang Belum Surut, 149 Warga Terus Mengungsi Hampir Sebulan