MURIANETWORK.COM - Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa perundingan nuklir dengan Iran akan tetap berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2/2026). Pernyataan resmi dari Gedung Putih ini menepis berbagai spekulasi sebelumnya yang menyebut pembicaraan itu tertunda akibat perbedaan pendapat mengenai teknis pelaksanaannya.
Konfirmasi Resmi dari Washington
Seorang pejabat Gedung Putih, pada Kamis (5/2), secara tegas menyatakan komitmen Washington untuk melanjutkan dialog. Konfirmasi ini sekaligus menggarisbawahi kesiapan kedua belah pihak untuk duduk kembali di meja perundingan, meski sempat diwarnai ketidakpastian.
Jadwal dan Lokasi Akhir Perundingan
Penegasan dari pihak AS ini muncul tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan detail pertemuan tersebut. Awalnya, pembicaraan direncanakan digelar di Turki, namun Iran kemudian mengusulkan perubahan lokasi.
Dalam sebuah pernyataan melalui media sosial X pada Rabu (4/2), Araghchi memberikan kejelasan. "Perundingan nuklir dengan Amerika Serikat dijadwalkan akan digelar di Muscat, sekitar pukul 10.00 pagi, pada Jumat (6/2)," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, diplomat senior Iran itu juga menyampaikan apresiasi. Dia berterima kasih kepada Oman atas semua pengaturan yang diperlukan untuk memfasilitasi pertemuan penting ini.
Fokus Pembahasan dan Isu Seputar Perundingan
Menjelang pertemuan, Teheran konsisten menyuarakan posisinya. Pihak Iran berulang kali menekankan bahwa agenda pembicaraan harus terbatas pada isu nuklir, sambil menolak keras upaya untuk memasukkan topik seperti program rudal atau postur pertahanan mereka ke dalam negosiasi.
Laporan-laporan media sebelumnya sempat memprediksi kegagalan pertemuan ini. Sebuah outlet berita melaporkan bahwa perundingan "gagal" digelar karena ketidaksepakatan menyangkut lokasi dan formatnya. Namun, dinamika diplomasi ternyata berubah. Disebutkan bahwa setelah adanya permohonan dari sejumlah pemimpin kawasan Timur Tengah, jalur komunikasi kembali terbuka dan kesepakatan untuk bertemu di Oman akhirnya tercapai.
Artikel Terkait
Xi Jinping Serukan Sikap Saling Hormat dengan AS dan Pererat Kemitraan dengan Rusia dalam Diplomasi Telepon
Lalu Lintas Gatot Subroto Kembali Normal Setelah Truk Patah As Dievakuasi
BNN Sita 29 Bungkus Sabu dalam Penggerebekan di Bukittinggi
Ketua Umum PRIMA Soroti Transformasi Besar Pemerintahan Prabowo