Dalam sebuah pernyataan melalui media sosial X pada Rabu (4/2), Araghchi memberikan kejelasan. "Perundingan nuklir dengan Amerika Serikat dijadwalkan akan digelar di Muscat, sekitar pukul 10.00 pagi, pada Jumat (6/2)," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, diplomat senior Iran itu juga menyampaikan apresiasi. Dia berterima kasih kepada Oman atas semua pengaturan yang diperlukan untuk memfasilitasi pertemuan penting ini.
Fokus Pembahasan dan Isu Seputar Perundingan
Menjelang pertemuan, Teheran konsisten menyuarakan posisinya. Pihak Iran berulang kali menekankan bahwa agenda pembicaraan harus terbatas pada isu nuklir, sambil menolak keras upaya untuk memasukkan topik seperti program rudal atau postur pertahanan mereka ke dalam negosiasi.
Laporan-laporan media sebelumnya sempat memprediksi kegagalan pertemuan ini. Sebuah outlet berita melaporkan bahwa perundingan "gagal" digelar karena ketidaksepakatan menyangkut lokasi dan formatnya. Namun, dinamika diplomasi ternyata berubah. Disebutkan bahwa setelah adanya permohonan dari sejumlah pemimpin kawasan Timur Tengah, jalur komunikasi kembali terbuka dan kesepakatan untuk bertemu di Oman akhirnya tercapai.
Artikel Terkait
Trump Klaim Buka Dialog dengan Tokoh Iran, Ancam Lanjutkan Serangan Bom
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas dari Rumah ke Rutan
Mantan Menag Yaqut Jalani Tes Kesehatan Sebelum Masuk Rutan KPK