Dalam sebuah pernyataan melalui media sosial X pada Rabu (4/2), Araghchi memberikan kejelasan. "Perundingan nuklir dengan Amerika Serikat dijadwalkan akan digelar di Muscat, sekitar pukul 10.00 pagi, pada Jumat (6/2)," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, diplomat senior Iran itu juga menyampaikan apresiasi. Dia berterima kasih kepada Oman atas semua pengaturan yang diperlukan untuk memfasilitasi pertemuan penting ini.
Fokus Pembahasan dan Isu Seputar Perundingan
Menjelang pertemuan, Teheran konsisten menyuarakan posisinya. Pihak Iran berulang kali menekankan bahwa agenda pembicaraan harus terbatas pada isu nuklir, sambil menolak keras upaya untuk memasukkan topik seperti program rudal atau postur pertahanan mereka ke dalam negosiasi.
Laporan-laporan media sebelumnya sempat memprediksi kegagalan pertemuan ini. Sebuah outlet berita melaporkan bahwa perundingan "gagal" digelar karena ketidaksepakatan menyangkut lokasi dan formatnya. Namun, dinamika diplomasi ternyata berubah. Disebutkan bahwa setelah adanya permohonan dari sejumlah pemimpin kawasan Timur Tengah, jalur komunikasi kembali terbuka dan kesepakatan untuk bertemu di Oman akhirnya tercapai.
Artikel Terkait
Polisi Intensifkan Patroli di Permukiman Sepi Cengkareng Cegah Pencurian Saat Mudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama
Plt Sekretaris DPRD Blora Akui Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran