Ia mendorong pemerintah provinsi untuk segera melakukan pendataan menyeluruh dan memprioritaskan perbaikan di jalan utama serta kawasan padat lalu lintas. Kent menekankan bahwa solusi permanen harus menjadi fokus utama, bukan sekadar penambalan darurat yang bersifat sementara.
"Perbaikan darurat memang perlu untuk mencegah kecelakaan, tetapi solusi permanen harus menjadi fokus utama. Jangan sampai setiap tahun kita hanya melakukan tambal sulam tanpa perbaikan yang berkelanjutan," lanjutnya.
Transparansi Anggaran dan Penanganan Terintegrasi
Lebih jauh, politisi yang juga menjabat sebagai Kepala BAGUNA DPD PDI Perjuangan Jakarta itu menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran perbaikan. Ia berkomitmen untuk mengawasi secara ketat agar dana yang dialokasikan benar-benar menghasilkan kualitas pembangunan yang tahan lama.
Kent juga mengingatkan bahwa penanganan jalan harus berjalan beriringan dengan upaya pengendalian banjir secara menyeluruh. Normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan pengendalian tata ruang dinilai sebagai langkah krusial untuk memutus siklus kerusakan yang berulang.
"Tanpa penanganan banjir yang serius dan berkelanjutan, perbaikan jalan akan terus mengulang siklus kerusakan yang sama. Saya berharap Pemprov DKI dapat bekerja lebih responsif, terencana, dan profesional demi menghadirkan infrastruktur yang aman dan layak bagi masyarakat Jakarta," tutupnya.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Empat Provinsi Akibat Siklon Narele
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas ke Tahanan Rumah
Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Brasil 2026 dengan Selisih Tipis
Stok Beras Nasional Diproyeksikan Capai 6 Juta Ton, Kapasitas Gudang Bulog Jadi Tantangan