Lubang Jalan dan Aksi Warga
Di sisi lain, kekacauan lalu lintas di Jalan Gedong Panjang diperparah oleh kondisi jalannya sendiri. Permukaannya rusak parah, dipenuhi lubang-lubang besar yang menganga. Lubang itu bukan sekadar gangguan sudah berkali-kali menyebabkan kecelakaan.
Betrand sendiri mengaku pernah menyaksikan langsung seorang pengendara terjebak. Saat itu hujan deras, dan lubangnya terendam air.
"Kemarin kan hujan kan? Jadi airnya gede. Ada juga cewek-cewek, ada juga cowok lagi bawa motor. Mungkin depannya (lubangnya) dalam toh. Nah dia kejebur bawah," cerita Betrand.
Sebenarnya, lubang itu pernah ditambal petugas. Tapi perbaikannya asal-asalan. Dalam waktu singkat, materialnya amblas lagi dan lubang muncul kembali bahkan lebih dalam dari sebelumnya.
Karena frustasi menunggu perbaikan resmi, warga setempat akhirnya mengambil alih. Seorang pria terlihat sedang menimbun sebuah lubang besar dengan puing-puing bata dan tanah merah. Dia adalah Marwan (34), yang juga bekerja sebagai juru parkir di sekitar situ.
"(Nambal lubang) Pakai puing kalau enggak ya tanah merah," kata Marwan, sambil terus mengerjakan pekerjaan daruratnya.
Marwan dan beberapa kawannya bergantian menambal lubang-lubang berbahaya itu. Tujuannya sederhana: mencegah kecelakaan lagi. Ini upaya swadaya yang lahir dari keprihatinan, sekaligus sinyal betapa pilunya kondisi infrastruktur di kawasan itu.
Artikel Terkait
AC Milan Kembali ke Posisi Dua Usai Menang Sengit 3-2 atas Torino
Puan Maharani Sinyalkan Pertemuan Lanjutan PDIP dengan Presiden Prabowo
Auxerre Tumbangkan Brest 3-0 Meski Bermain 10 Orang Sejak Menit Keenam
Diaspora Indonesia di China Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh Saat Lebaran