Banjir masih menjadi momok utama. Dari total korban terdampak, 110.509 jiwa tercatat akibat banjir biasa. Lalu, banjir bandang menelan korban 5.234 jiwa. Ada juga kombinasi banjir bandang dan tanah longsor yang mengganggu hidup 380 orang, serta banjir disertai longsor yang berdampak pada 19.656 jiwa.
Selain itu, masih ada jenis bencana lain yang turut menyumbang angka. Kebakaran memengaruhi 11 jiwa, tanah longsor sendiri 113 jiwa. Sementara, kombinasi tanah longsor dan angin puting beliung berdampak pada 1.485 jiwa.
Dampak kemanusiaannya sungguh terasa. Agus Jabo menyebutkan angka-angka pilu yang dibawa bencana itu.
"Dampak dari bencana Januari 2026, itu meninggal yang sudah terdata ada sekitar 50 jiwa, kemudian yang terluka ada 109 jiwa, sedangkan korban terdampak ada 145.538 jiwa," paparnya dengan nada serius.
Kerusakan properti juga masif. Ribuan rumah warga tak luput dari amukan alam.
"Sedangkan untuk rumah yang terdampak sebanyak 26.207. Sedangkan total untuk bantuan kedaruratan pada bulan Januari tahun 2026 sebanyak Rp13.759.508.626," tutupnya, merinci besaran bantuan yang telah dikucurkan pemerintah untuk meringankan beban korban.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana, Menteri Dilarang Wajibkan Halalbihalal
Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Jaga Keamanan dan Arus Mudik Lebaran
Idul Fitri, Jakarta Berubah: Jalanan Lengang, Transportasi Umum Ramai
Salat Idul Fitri di Maninjau Dipusatkan di Masjid Pascabencana