Kabar duka datang dari Korea Selatan. Reza Valentino Simamora, pekerja migran asal Medan, meninggal dunia saat bertugas di kapal perikanan. Menanggapi tragedi ini, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan komitmen negara. "Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya," ujarnya. Negara, kata dia, tak boleh abai. Pemerintah akan mengawal pemenuhan hak almarhum dan keluarganya sampai tuntas.
Pernyataan itu disampaikan Mukhtarudin lewat keterangan tertulis, Minggu (1/2/2026).
Reza bukan pekerja ilegal. Ia berangkat secara prosedural melalui skema Government to Government (G to G) pada Maret 2025, dengan visa E-9 untuk sektor perikanan. Status resmi inilah yang menjadi dasar penting bagi penuntutan hak-haknya secara sah. Namun begitu, jalan yang harus ditempuh tak selalu mudah. Mekanisme klaim asuransi dan jaminan sosial harus mengikuti aturan yang berlaku di Korea Selatan.
"Proses klaim dan besaran manfaatnya wewenang pemberi kerja dan lembaga di sana," jelas Mukhtarudin. Meski demikian, Kementeriannya tak tinggal diam. Pendampingan aktif terus dilakukan.
Koordinasi dengan KBRI Seoul dan berbagai pihak dijalankan untuk mengusut penyebab kematian, mengawal klaim asuransi luar negeri, serta menelusuri sisa gaji dan hak-hak lain Reza. Mukhtarudin mengakui, ketidakpastian informasi kerap membebani keluarga yang berduka.
"Karena itu, kami berkomitmen memberikan penjelasan yang jelas, berkala, dan tertulis kepada ahli waris," tambahnya.
Ia menegaskan, tidak ada pembiaran dalam kasus ini. Semua proses administratif dari pemerintah Indonesia telah diselesaikan dan diteruskan. Bagi Mukhtarudin, ini lebih dari sekadar urusan dokumen. "Ini tanggung jawab negara dalam menjaga martabat pekerja migran dan keluarganya," tegasnya. Pengawalan akan terus berlangsung hingga hak-hak almarhum diterima sepenuhnya oleh ahli waris, dalam hal ini ayahnya, Saut Tarulitua Simamora.
Artikel Terkait
Jembatan Baru di Lubuk Agung Mulai Berdiri, Polisi Turun Tangan Bongkar Muatan
Kota Tua Ditutup Sementara untuk Adegan Berbahaya Film Extraction: Tygo
Di Balik Retorika Panas, Iran dan AS Diam-diam Lanjutkan Negosiasi
Polda Metro Jaya Cegah Indah Megahwati ke Luar Negeri Terkait Kasus Korupsi Kementan