Salah satu pedagang yang sibuk melayani pembeli adalah Aman, pria 40 tahun yang khusus berjualan angpau dan aksesori keberuntungan lainnya. Wajahnya sumringah melihat antusiasme pengunjung.
Katanya sambil menata ulang dagangannya. Dibanding hari biasa, omzetnya melonjak cukup signifikan. Dari sekian banyak barang yang dijual, tempelan kertas bertuliskan ‘cuan’ jadi primadona dan paling cepat habis. Sepertinya, harapan untuk rezeki berlimpah memang selalu jadi idaman banyak orang, terutama di tahun baru Imlek.
Nuansa festival begitu kental terasa. Di balik keriuhan transaksi jual-beli, ada semangat dan kegembiraan menyambut tradisi yang telah berumur ratusan tahun. Suasana seperti inilah yang hanya bisa ditemui setahun sekali, ketika Glodok berubah menjadi lautan merah dan emas.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka