Pagi itu, suasana Car Free Day di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, terasa berbeda. Biasanya ramai dengan orang bersepeda atau jogging, kali ini berubah jadi panggung penghormatan yang haru. Ratusan orang berkumpul, bersama anjing, kucing, dan hewan peliharaan lain mereka. Mereka datang untuk Reno. Ya, Reno sang anjing pelacak (K9) Polda Riau yang gugur dalam tugas akhir tahun lalu. Acara bertajuk 'Jejak Menapak, Reno Sang Pahlawan Kemanusiaan' ini lebih dari sekadar parade biasa.
Di tengah kerumunan, hadir Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Wakapolda Brigjen Pol Hengki Haryadi. Mereka tidak cuma datang sebagai pejabat. Ekspresi mereka menunjukkan kehadiran untuk seorang anggota keluarga yang hilang. Berdampingan dengan mereka, perwakilan dari berbagai komunitas pecinta satwa, termasuk Indonesia Cat Association (ICA), turut meramaikan. Semuanya bersatu untuk hal yang sama: memberi salam perpisahan pada pahlawan berbulu itu.
Kapolda Herry Heryawan kemudian menyampaikan kata-katanya. Suaranya terdengar berat, penuh penghargaan.
"Reno mengajarkan kita makna kemanusiaan, kesetiaan, dan bekerja tanpa mengharapkan imbalan. Selama bertugas, imbalannya hanyalah makanan, tetapi dedikasinya tulus dan luar biasa. Dia bukan sekadar anjing pelacak, dia adalah keluarga besar Polda Riau," ujarnya, Minggu (1/2/2026) pagi.
Menurutnya, ada pelajaran hidup yang dalam dari kesetiaan seekor anjing pelacak. Bekerja total, tanpa pernah mengeluh atau menuntut lebih.
Reno tutup usia pada 30 November 2025 di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Saat itu, ia sedang berada di garis depan misi kemanusiaan yang genting mencari korban bencana. Di tengah kondisi darurat, sebelum bantuan lain datang, Reno bekerja keras. Ia memberikan segalanya, hingga napas terakhirnya.
Artikel Terkait
Glodok Berubah Jadi Lautan Merah dan Emas Jelang Imlek 2026
Interpol Pasang Buru-Buru untuk Riza Chalid, Buronan Korupsi Migas
Polisi Ungkap Telah Tahu Negara Persembunyian Riza Chalid, Buron Interpol Kasus Korupsi Minyak
Interpol Resmi Buru Riza Chalid, Tersangka Korupsi Rp 285 Triliun di Pertamina