Dari Davos ke Bali: Indonesia Ambil Alih Komando Ekonomi Biru Global

- Minggu, 01 Februari 2026 | 14:05 WIB
Dari Davos ke Bali: Indonesia Ambil Alih Komando Ekonomi Biru Global

Namun begitu, Indonesia sadar betul. Tantangan laut tak bisa dihadapi sendirian. Ekosistemnya lintas batas, begitu pula peluang dan risikonya.

Karena itu, kolaborasi sistemik jadi kunci. Perlu keterlibatan pemerintah, swasta, lembaga keuangan, hingga masyarakat sipil. Di sinilah isu pembiayaan atau "blue finance" menjadi titik tekan. Tanpa skema pendanaan yang inovatif dan berdampak, ekonomi biru bisa jadi sekadar jargon.

Momentum ini diperkuat dengan langkah nyata. Pada 22 Januari 2026 di Davos, KKP dan World Economic Forum menandatangani Letter of Intent.

LoI ini lebih dari sekadar simbol. Ini adalah komitmen strategis untuk mendukung penyelenggaraan Ocean Impact Summit 2026. Tujuannya jelas: menempatkan laut sebagai prioritas strategis dan mengkatalisasi aksi serta investasi yang berkelanjutan.

Ocean Impact Summit sendiri rencananya digelar di Bali pada 8-9 Juni 2026, bertepatan dengan World Ocean Day dan Coral Triangle Day.

Acara ini dirancang sebagai jembatan. Dari percakapan menuju implementasi, dari komitmen global ke proyek yang "bankable". Dengan menghadirkan kepala negara, investor, dan pelaku usaha, OIS berambisi menjembatani kesenjangan lama antara logika lingkungan dan logika investasi.

Pemilihan Bali sebagai tuan rumah punya makna. Ini adalah simbol arah baru diplomasi ekonomi Indonesia.

Dari Davos ke Bali, Indonesia ingin tunjukkan bahwa kepemimpinan global diukur dari kemampuan mengorkestrasi aksi kolektif yang berdampak nyata. Di dunia yang kerap terpecah oleh konflik geopolitik, agenda ekonomi biru menawarkan narasi alternatif: kerja sama masih mungkin, asal berdasar pada kepentingan bersama dan manfaat jangka panjang. Posisi Indonesia sebagai negara maritim dan demokrasi besar di Global South membuatnya tepat untuk menjembatani kepentingan-kepentingan itu.

Harapannya, OIS 2026 di Bali bisa menggerakkan dunia dari ambisi menuju realisasi. Agar laut benar-benar menjadi poros baru pembangunan global. Dan Indonesia siap memimpin transisi itu.

Doni Ismanto Darwin, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Komunikasi Publik


Halaman:

Komentar