Kini, keenam remaja itu sudah diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk proses hukum lebih lanjut. Henik menegaskan, operasi seperti ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah langkah pencegahan dini yang akan terus digulirkan secara konsisten.
Di sisi lain, kehadiran Brimob di lapangan bukan tanpa alasan. Mereka ingin warga merasa terlindungi. Patroli malam yang menyasar kawasan rawan, menurut Henik, adalah upaya konkret untuk itu.
"Operasi Pekat Jaya ini bentuk komitmen kami. Melalui patroli, kami bisa mendeteksi potensi gangguan lebih cepat, lalu menanganinya dengan tepat," jelasnya lagi.
Harapannya jelas. Dengan patroli berkelanjutan yang lebih masif, angka tawuran remaja bisa ditekan. Situasi di Jakarta Timur pun diharapkan menjadi lebih kondusif, tertib, dan yang paling penting, aman untuk semua.
Artikel Terkait
Wakapolda Metro Jaya Tekankan Pelayanan Humanis ke Personel Lalu Lintas
Susi Pudjiastuti Sidak ke Kantor Seskab, Bawa Cokelat dan Candaan
Aksi Sigap Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Terseret Sungai Aceh
Polantas 2026: Dari Pengatur Jalan Menuju Sahabat Pengendara