Nasib randu alas raksasa itu akhirnya berujung. Setelah berusia sekitar dua setengah abad menghiasi Desa Tuksongo, Borobudur, pohon ikonik itu akan benar-benar tumbang besok.
Keputusan ini tak datang tiba-tiba. Sejak Senin lalu, Pemerintah Kabupaten Magelang sudah menggelar pertemuan khusus. Mereka membahas hasil kajian dari Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta yang mengupas tuntas kondisi pohon legendaris tersebut. Pertemuan di Balkondes Tuksongo itu ramai dihadiri banyak pihak, mulai dari Forkompincam, BPBD, DLH, hingga perwakilan desa dan tokoh masyarakat.
Prosesnya sendiri sempat diwarnai keraguan. Kepala Pelaksana BPBD Magelang, Edi Wasono, mengaku Kades awalnya masih gamang.
Nah, itulah kompromi yang akhirnya disepakati bersama lewat musyawarah. Alih-alih hilang seluruhnya, sebagian batang pohon akan dipertahankan dan diubah menjadi monumen, sebuah pengingat akan kejayaannya dulu.
Artikel Terkait
Polantas 2026: Dari Pengatur Jalan Menuju Sahabat Pengendara
Car Free Day Pekanbaru Berduka: Pawai Penghormatan untuk Reno, Anjing Pelacak yang Gugur sebagai Pahlawan
Waspada, Hujan Lebat Bakal Guyur Jabodetabek Sepanjang Pekan Ini
Pasien Singapura Divonis Penjara Usai Melecehkan Perawat di Kamar Mandi Rumah Sakit