Dalam pelaksanaannya, Mayora Group menggandeng pemerintah daerah dan pengelola lokal. Ini bagian dari komitmen tanggung jawab sosial mereka untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak. Ke depan, sumur-sumur ini akan dikelola oleh mitra dan unit kesehatan setempat agar manfaatnya benar-benar berkelanjutan.
"Harapan kami, program bantuan air bersih ini dapat benar-benar membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama akses terhadap air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan dalam jangka panjang," pungkas Victor.
Di lapangan, bantuan ini sudah mulai terasa dampaknya. Herman, salah satu warga penerima manfaat, bercerita tentang kesulitan yang mereka alami. Beberapa minggu pascabencana, mendapatkan air bersih itu susah.
Kebutuhan sempat terbantu oleh kiriman air dari mobil tangki. Tapi ya itu, jumlahnya terbatas. Cuma sementara.
"Kita dapat kiriman beberapa mobil tangki. Beberapa minggu kita sempat terbantu oleh itu," kata Herman.
Namun begitu, situasi perlahan membaik setelah sumur dari Mayora berdiri. Airnya cukup bersih, kata Herman. Kini, warga bisa memakainya untuk keperluan sehari-hari.
"Tapi sekarang kita sudah ada dari Mayora sudah menyediakan sumur yang menghasilkan air yang lumayan lah, bersih. Bisa kita pakai untuk cuci pakaian dan membersihkan, terutama untuk membersihkan rumah," tuturnya.
Artikel Terkait
Ladang Minyak Strategis Abu Dhabi Terbakar Usai Serangan Drone
Kompolnas Tinjau Kesiapan Polda Sumsel Hadapi Arus Mudik Lebaran
Lalu Lintas Mudik di Tol Situbondo Barat Meningkat Lebih dari 40 Persen
ASDP Hapus Aturan Geofencing, Tiket Kapal Kini Bisa Dibeli dari Mana Saja