Lantas, bagaimana cerita di balik berdirinya TPA Maju Bersama ini? Ipda Agus Riyanto, sang penggagas, membeberkannya dengan sederhana. Ide awalnya muncul dari keprihatinan melihat banyak anak di sekitarnya yang tak bisa mengenyam pendidikan formal. Entah karena putus sekolah, atau bahkan sama sekali tak pernah merasakan bangku sekolah.
Menariknya, respons masyarakat ternyata sangat positif. Bukan cuma mendukung, warga sekitar bahkan ikut turun tangan mengelola sekolah ini secara sukarela. Menurut Agus, segala kebutuhan operasional mulai dari tempat, alat tulis, hingga listrik dan air diswadayakan oleh masyarakat.
Agus menyadari betul bahwa kehadiran sekolah ini amat dibutuhkan. Faktor ekonomi menjadi penghalang utama bagi banyak keluarga di sana untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Tak hanya itu, kendala administratif juga sering menjadi tembok yang sulit dilewati.
Setelah enam tahun berjalan, hasilnya mulai terlihat. Saat ini, ada sekitar 120 murid yang aktif belajar. Rinciannya, 68 anak untuk program PPA dan 61 anak untuk sekolah paket atau PKBM. Angka itu mungkin tak besar, tapi bagi Agus dan warga, itu adalah sebuah pencapaian yang sangat berarti.
Artikel Terkait
Gelombang Mundur di OJK: Ketua Dewan Komisioner dan Dua Pejabat Kunci Serahkan Jabatan
RDF Rorotan Kembali Dihentikan, Bau Menyengat dan Kasus ISPA Kembali Mencemaskan Warga
Eropa Terjebak dalam Permainan Pecah Belah yang Abadi
Maling Nyasar dari Balkon Hotel, Terperosok ke Ventilasi Rumah