Persiapan Ocean Impact Summit (OIS) 2026 di Bali terus digenjot oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nah, momentum pengenalan acara besar ini dilakukan di sela dua pertemuan internasional yang juga digelar di Pulau Dewata: Bali Ocean Days dan pertemuan ke-30 Coastal States Alliance (CSA).
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin, menegaskan bahwa sosialisasi substansi acara tak kalah penting dari persiapan teknisnya.
“Di balik persiapan acara, kami juga terus menggaungkan substansi pelaksanaan OIS 2026. Semakin banyak pihak yang mengetahui, apalagi berpartisipasi, tentu akan banyak yang bisa kita hasilkan dari pelaksanaan OIS 2026,” jelas Doni dalam keterangan tertulisnya, Jumat lalu.
Menurutnya, memanfaatkan dua forum internasional itu adalah langkah yang tepat. Soalnya, isu yang dibahas mulai dari konservasi terumbu karang, sampah laut, sampai pengelolaan perikanan sangat selaras dengan agenda inti OIS nanti.
Bali Ocean Days sendiri dihadiri oleh sederet perwakilan negara dan pimpinan organisasi nirlaba global. Pembahasannya cukup luas, menyentuh masalah pembangunan pesisir hingga ancaman plastik di lautan.
Artikel Terkait
Maling Nyasar dari Balkon Hotel, Terperosok ke Ventilasi Rumah
Peringatan MSCI dan Tantangan Reformasi Pasar Modal di Era Prabowo
Letjen Richard Tampubolon Desak Huntara Segera Rampung, Tinjau Langsung Tiga Kabupaten Terdampak Banjir
Diduga Serangan Jantung, Pria Tewas di Dalam Mobil yang Terparki Seharian di Bahu Tol Cikampek