Gunung Semeru kembali menunjukkan kegelisahannya. Pagi tadi, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami tiga kali letusan berturut-turut. Lokasinya di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur, seperti biasa. Yang menarik, setiap letusan terlihat semakin tinggi, hingga yang terakhir mencapai sekitar satu kilometer ke angkasa.
Menurut pantauan petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, semua ini dimulai sebelum fajar benar-benar terang. Erupsi pertama tercatat pada pukul 04.44 WIB. Kolom abunya menjulang sekitar 800 meter di atas puncak, atau kalau diukur dari permukaan laut kira-kira 4.476 meter. Warnanya putih sampai kelabu, tebal, dan condong ke arah timur laut dan timur.
Sigit menjelaskan,
"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung cukup lama, sekitar 154 detik."
Namun, gunung api itu belum selesai. Hanya berselang setengah jam lebih, tepatnya pukul 05.16 WIB, Semeru mengeluarkan suaranya lagi. Kali ini lebih tinggi, sekitar 900 meter di atas puncak. Arah abunya masih sama, ke timur, dengan intensitas yang tetap tebal. Getarannya sedikit lebih kuat, amplitudo 23 mm, meski durasinya lebih pendek, 122 detik.
Lalu, yang ketiga. Sekitar pukul 05.52 WIB, letusan paling tinggi terjadi. Kolom abu membubung hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak Semeru. Warna dan arahnya tak berubah, tapi kekuatannya konsisten di amplitudo 23 mm dengan durasi 108 detik. Sebuah rangkaian yang jelas menunjukkan peningkatan aktivitas.
Dengan status Level III atau Siaga, otoritas pun mengeluarkan sejumlah imbauan keras. Masyarakat sama sekali dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak. Itu zona bahaya utama.
Di luar jarak itu pun bukan berarti aman. Warga diminta menjauhi tepian sungai (sempadan) sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 500 meter. Soalnya, wilayah ini berpotensi terdampak perluasan awan panas atau aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer. Bahaya lain adalah lontaran batu pijar, yang membuat aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah menjadi sangat berisiko.
Sigit juga menekankan kewaspadaan ekstra.
Masyarakat harus mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar tidak hanya di Besuk Kobokan, tapi juga di aliran Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. Potensinya masih tinggi.
Jadi, situasinya masih tegang. Semeru sedang aktif, dan semua mata tertuju padanya, menunggu langkahnya berikutnya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi