"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," tambah Daryono menerangkan penyebabnya.
Getaran itu sendiri sempat dirasakan di sejumlah kawasan seperti Sukasari, Tanjungsari, hingga Cimeyan. Skalanya tidak besar, sekitar II-III MMI. Artinya, cuma beberapa orang yang merasakan, dan benda-benda ringan yang digantung mungkin terlihat bergoyang pelan. Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau infrastruktur yang berarti. Kabar baiknya.
Di sisi lain, pantauan BMKG hingga pukul 05.46 WIB juga mencatat sesuatu yang cukup melegakan: belum terdeteksi aktivitas gempa susulan. Warga pun bisa sedikit bernapas lega, meski kejadian pagi tadi mengingatkan kembali bahwa Bandung memang terletak di wilayah yang aktif secara tektonik.
Artikel Terkait
Trump Klaim Putin Setop Serangan di Kyiv Atas Permintaannya: Karena Cuaca Sangat Dingin
Iran di Ujung Tanduk: Krisis Ekonomi dan Strategi Pertahanan Suci di Tengah Gempuran Sanksi
Antusiasme Luar Biasa, Donor Darah Polda Riau Lampaui Target
Video Tawuran Pelajar di Bogor Viral, Pelaku Kabur Sebelum Polisi Tiba