"Lokasi hunian tersebut sangat dekat dengan perkotaan dan akses fasilitas umum baik sekolah, rumah sakit, perkantoran dan pabrik serta jalan besar," lanjutnya.
Dampaknya diharapkan cukup signifikan. Proyek ambisius ini diklaim bakal menyerap sekitar 80 ribu tenaga kerja dari berbagai sektor. Imbasnya, perputaran ekonomi di kawasan Cikarang dan sekitarnya diharapkan bisa lebih cepat lagi.
Di balik semua ini, Teddy menegaskan kembali komitmen Presiden Prabowo. Intinya, memastikan rakyat Indonesia punya akses terhadap hunian yang layak tapi tetap terjangkau.
"Salah satu langkahnya adalah adanya rumah layak bersubsidi dan pemangkasan segala macam bentuk perizinan serta biaya pengurusan izin dan adminitrasi," ucap Teddy.
Jadi, lewat pertemuan sore itu, program perumahan murah tampaknya sedang digas penuh. Targetnya jelas, realisasinya tinggal ditunggu.
Artikel Terkait
17 Pemudik Pingsan Diterpa Panas dalam Kemacetan 32 Km Menuju Gilimanuk
Yadea Siap Luncurkan Motor Listrik Baru dengan Jangkauan 150 Km dan Garansi 5 Tahun
Ancaman Pencabutan Lisensi FCC Picu Perpecahan di Tubuh Partai Republik
Kebijakan WFA Libur Lebaran 2026 Langsung Sepatkan Stasiun Palmerah