Ia pun menyadari bahwa kebijakannya tak mungkin bisa memuaskan semua orang. Selalu ada yang kecewa, selalu ada yang protes. Dan itu, katanya, justru bagian dari proses.
“Jadi kepala daerah itu harus siap dicaci dan dimaki,” tegas Andra.
“Semakin banyak kita dikritik dan diberi saran, itu tandanya harapan telah dititipkan kepada kita.”
Di sisi lain, ia tak lupa menyampaikan apresiasi. Andra berterima kasih pada para akademisi Untirta yang telah menyumbangkan pemikiran dan masukan independen.
“Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih atas masukan dan saran dari Bapak dan Ibu yang hadir di sini,” pungkasnya.
Artikel Terkait
17 Pemudik Pingsan Diterpa Panas dalam Kemacetan 32 Km Menuju Gilimanuk
Yadea Siap Luncurkan Motor Listrik Baru dengan Jangkauan 150 Km dan Garansi 5 Tahun
Ancaman Pencabutan Lisensi FCC Picu Perpecahan di Tubuh Partai Republik
Kebijakan WFA Libur Lebaran 2026 Langsung Sepatkan Stasiun Palmerah