Kenaikan muka air terpantau di banyak lokasi. Sebut saja Bendung Katulampa, Pos Sunter Hulu, sampai Pintu Air Karet. Sebagian besar sempat masuk kategori waspada atau siaga 3. Curah hujan yang tinggi dan lama menjadi pemicu utamanya.
Dari semua wilayah, Jakarta Timur tampaknya paling merasakan dampaknya. Genangan terparah terjadi di sini. Setidaknya 14 RT di empat kelurahan seperti Bidara Cina dan Kampung Melayu terendam banjir. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari 110 cm hingga 1,5 meter.
Penyebabnya jelas: hujan lebat ditambah luapan Kali Ciliwung yang tak mampu lagi menampung air. Kombinasi itu membuat beberapa permukiman di daerah tersebut seperti berubah menjadi kolam.
Artikel Terkait
Kaesang Sambut RMS ke PSI dengan Pantun dan Jaket Kebesaran di Rakernas Makassar
Seskab Teddy Bahas Pemulihan Aceh dan Anggaran Daerah dengan Mualem
Titiek Soeharto Buka Lembaran Baru Pabrik Bersejarah di Bontang
Mesin Pompa Terbakar di Bekasi, Wali Kota Turun Langsung Pantau Dampak Banjir