“Dalam kasus JPO Sahabat, misalnya, 2 CCTV yang ada justru tidak berfungsi karena kabelnya terputus. Ini membuat pengawasan kurang optimal,” ucap Chico.
Ia menambahkan, kondisi itu sudah dicatat dan akan segera dibenahi. Tidak cuma memperbaiki yang rusak, Pramono juga memastikan akan ada penambahan CCTV di titik-titik strategis. Tujuannya jelas: mencegah aksi-aksi kriminal semacam ini terulang.
Partisipasi warga pun disebut kunci. Pemerintah ingin masyarakat ikut menjaga aset-aset publik yang sebenarnya untuk kemaslahatan bersama.
“Beliau juga mengimbau warga untuk tidak mengambil bagian apa pun dari fasilitas umum. Ini kan untuk kepentingan kita semua,” sambung Chico menegaskan.
JPO yang rusak itu sendiri akan segera diperbaiki. Tapi yang lebih penting, bagaimana caranya agar besok atau lusa, pelat besinya tidak hilang lagi. Itu tantangan sesungguhnya.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka