Di Balik Angka Turun, Kesenjangan Pernikahan Dini di Indonesia Timur Masih Menganga

- Selasa, 27 Januari 2026 | 22:50 WIB
Di Balik Angka Turun, Kesenjangan Pernikahan Dini di Indonesia Timur Masih Menganga

Nah, catatan-catatan inilah yang menurut Rerie harus jadi pijakan untuk bertindak.

Di sisi lain, ia melihat penurunan angka nasional sebagai secercah harapan. Itu membuktikan, dengan kebijakan yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak, menekan angka pernikahan dini bukanlah hal mustahil. Hanya saja, tantangan di daerah seperti Indonesia Timur memang punya kompleksitasnya sendiri.

“Sejumlah isu seperti ketersediaan infrastruktur pendidikan, faktor ekonomi, dan kuatnya pengaruh norma adat yang masih menjadi penentu utama keputusan menikah di berbagai pelosok negeri, harus segera dijawab dengan solusi dan langkah nyata,”

tegas politisi NasDem dari Jawa Tengah ini.

Kebijakan dari atas saja tidak cukup. Partisipasi masyarakat setempat mutlak diperlukan. Mereka perlu paham betul dampak negatif dari pernikahan usia anak. Kesadaran yang tumbuh dari dalam komunitas, digabung dengan kemudahan akses pendidikan yang merata, adalah kombinasi yang diharapkan Rerie bisa bekerja.

Harapannya jelas. Dengan kesenjangan yang berhasil dipangkas, bukan hanya angka pernikahan dini yang turun. Potensi untuk melahirkan generasi muda Indonesia yang lebih sehat, berpendidikan, dan berdaya saing di masa depan juga akan semakin besar. Itu modal bangsa yang tak ternilai harganya.


Halaman:

Komentar