Data per 12 Januari 2026 membeberkan rincian yang memilukan. Dari total 29 desa yang hilang itu, 21 di antaranya berada di Aceh. Delapan sisanya tersebar di Sumatera Utara, mencakup enam kabupaten dan kota.
Yandri kembali menegaskan kondisi tragis tersebut. Beberapa desa tertimbun lumpur tebal. Yang lain, seperti sudah disebutkan, berubah menjadi bagian dari sungai. Bangunan, prasarana, semuanya raib tanpa bekas. Hilang.
Ini bukan sekadar angka statistik. Ini tentang komunitas yang tergusur, tentang tanah yang berubah wujud oleh amukan alam. Tantangan pemulihannya, seperti diakui Yandri, sungguh luar biasa berat.
Artikel Terkait
Gus Ipul Minta Daerah Awasi Ketat Penyaluran Bansos
Dua Kursi Pimpinan Komisi III DPR Kosong, Ditunggu Surat dari Fraksi
100 Kilogram Sabu Digagalkan BNN di Aceh Timur, Satu Tersangka Diamankan
Adies Kadir Ditunjuk Gantikan Hakim MK yang Mundur