Data per 12 Januari 2026 membeberkan rincian yang memilukan. Dari total 29 desa yang hilang itu, 21 di antaranya berada di Aceh. Delapan sisanya tersebar di Sumatera Utara, mencakup enam kabupaten dan kota.
Yandri kembali menegaskan kondisi tragis tersebut. Beberapa desa tertimbun lumpur tebal. Yang lain, seperti sudah disebutkan, berubah menjadi bagian dari sungai. Bangunan, prasarana, semuanya raib tanpa bekas. Hilang.
Ini bukan sekadar angka statistik. Ini tentang komunitas yang tergusur, tentang tanah yang berubah wujud oleh amukan alam. Tantangan pemulihannya, seperti diakui Yandri, sungguh luar biasa berat.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka