Kompleks parlemen di Senayan menjadi saksi pernyataan mengejutkan dari Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto. Dalam rapat bersama Komisi V DPR dan mitra kerja, Selasa (27/1) lalu, ia mengungkap fakta pilu: sebanyak 29 desa di Aceh dan Sumatera Utara hilang begitu saja. Penyebabnya? Banjir dan tanah longsor yang ganas.
Menurut Yandri, bencana itu tak cuma merusak. Ia menghapus peta. Beberapa desa bahkan berubah wujud menjadi alur sungai baru, tersapu oleh air yang mengamuk. Wilayah kerja, sarana prasarana pemerintahan, hingga layanan publik di tempat-tempat itu lenyap total.
Ucapnya dengan nada berat. Situasinya memang rumit. Di satu sisi, wilayahnya musnah. Namun begitu, penduduknya masih ada. Mereka, termasuk para kepala desa dan perangkatnya, kini tercatat sebagai pengungsi yang kehilangan tanah kelahiran.
Artikel Terkait
Gus Ipul Minta Daerah Awasi Ketat Penyaluran Bansos
Dua Kursi Pimpinan Komisi III DPR Kosong, Ditunggu Surat dari Fraksi
100 Kilogram Sabu Digagalkan BNN di Aceh Timur, Satu Tersangka Diamankan
Adies Kadir Ditunjuk Gantikan Hakim MK yang Mundur