"Dokternya nggak kalah, teknologinya nggak kalah, peralatannya nggak kalah," ujarnya. "Tapi yang sering kurang itu hospitality. Padahal orang kita terkenal senyumnya dan hatinya yang baik."
Kekurangan dalam pelayanan ini dianggapnya ironis. Sebab, masyarakat Indonesia dikenal dengan keramah-tamahannya. Nah, di sinilah ia berharap terjadi perubahan.
Pramono berharap semua rumah sakit khususnya milik pemerintah bisa meningkatkan standar keramahan dan kenyamanan bagi pasien. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan antara publik dan institusi kesehatan. Tanpa itu, semuanya jadi kurang berarti.
"Sehingga itu menjadi harapan bagi kita semua untuk kita di Jakarta mempunyai rumah sakit yang baik," pungkasnya.
Pesan gubernur ini jelas. Layanan kesehatan yang baik bukan cuma soal alat canggih atau dokter hebat. Tapi juga tentang bagaimana setiap pasien diperlakukan dengan hati.
Artikel Terkait
JPU Soroti Pola Lingkaran Dalam Nadiem yang Diduga Rusak Sistem Pendidikan
Tiga Rafale Perdana Resmi Perkuat Armada Udara Indonesia
Nasihat Guru di Tangsel Berujung Laporan Polisi
Kejagung Periksa Sejumlah Kajari Diduga Langgar Etik