“Terutama di bagian yang kemarin kita lihat, yang rumahnya sudah hampir di atas sungai. Kalau memang harus dibebaskan, ya akan kita lakukan.”
Lahan yang nantinya terbebaskan itu rencananya tak akan dibiarkan kosong. Pemerintah Provinsi berencana mengubahnya menjadi jalan inspeksi, yang diharapkan bisa memberi manfaat ganda: mempermudah pemeliharaan kali sekaligus membuka ruang publik.
Di sisi lain, proyek ambisius ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk sejumlah wilayah langganan banjir. Daerah seperti Kelapa Gading, Sukapura, Cilincing, hingga Semper Barat diharapkan bisa bernapas lebih lega. Pramono realistis, dia tahu Jakarta tak mungkin benar-benar bebas dari genangan air. Tapi setidaknya, dampak terburuknya bisa diredam.
“Jakarta ini secara tata ruang tidak mungkin bebas genangan sama sekali,” ucap Pramono dengan nada yang lugas.
“Tapi dengan normalisasi ini, dampak banjir yang selama ini terjadi mudah-mudahan bisa tertangani dengan lebih baik.”
Harapannya jelas: proyek ini bisa berjalan mulus dan tepat waktu. Masyarakat pun menunggu hasilnya, berharap tahun-tahun mendatang tak lagi diwarnai oleh kecemasan saat musim hujan tiba.
Artikel Terkait
Kapolda Sumsel Tinjau Pos Komando Operasi Ketupat 2026, Bagikan Takjil hingga Cek Kesiapan Personel
Rekayasa Lalu Lintas Contraflow Berlaku di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Arus Mudik
Dishub Bekasi Petakan Tiga Jalur Utama Mudik Lebaran 2026
Catatan Tulisan Tangan Larijani Muncul, Bantah Klaim Israel Soal Kematiannya