Jenazah Sandera Terakhir Israel Tiba, Trump Desak Hamas Letakkan Senjata

- Selasa, 27 Januari 2026 | 05:50 WIB
Jenazah Sandera Terakhir Israel Tiba, Trump Desak Hamas Letakkan Senjata

Pemerintah Israel akhirnya bisa menghela napas. Mereka memastikan tak ada lagi warga negaranya yang ditahan Hamas di Gaza. Kabar ini muncul bersamaan dengan desakan dari Presiden AS Donald Trump, yang kini mendesak kelompok tersebut untuk segera meletakkan senjata.

Ran Gvili, sang sandera terakhir, telah dipulangkan meski dalam kondisi tak bernyawa. Menariknya, Trump justru menyebut ada peran Hamas dalam proses penemuan jenazah itu.

"Mereka bekerja sangat keras untuk mendapatkan kembali jenazah itu. Mereka bekerja sama dengan Israel dalam hal ini. Anda bisa membayangkan betapa sulitnya,"

Kata Trump, seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa lalu.

"Itu pemandangan yang mengerikan,"

tambahnya singkat.

Namun begitu, pujian itu tak lantas membuat Trump lunak. Di sisi lain, ia justru mendorong Hamas untuk segera melucuti senjatanya. Menurutnya, langkah itu mutlak diperlukan jika perdamaian di Gaza benar-benar ingin diwujudkan.

"Sekarang kita harus melucuti senjata Hamas seperti yang mereka janjikan,"

tegas Trump.

Sebelumnya, tentara Israel memang telah mengumumkan penemuan jenazah sandera terakhir mereka. Itu adalah Ran Gvili, yang jenazahnya sedang dalam perjalanan pulang ke tanah air. Sebuah akhir yang pilu setelah dua tahun pertempuran sengit berkecamuk.

Militer Israel, dalam pernyataannya, menyebut momen ini sebagai pemenuhan janji. Janji untuk tidak pernah meninggalkan siapa pun di belakang.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu punya sudut pandang serupa. Menurutnya, ini adalah penyelesaian sebuah misi moral.

"Pemerintah Israel telah menyelesaikan misi moral dan etisnya untuk membawa pulang semua sandera, baik yang hidup maupun yang gugur,"

kata Netanyahu di hadapan Knesset, Senin (26/1). Sebuah bab panjang, akhirnya tertutup.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler