Kerangka Hangus di Lombok Barat: Botol Bahan Bakar dan Tali Nilon Jadi Kunci Misteri

- Selasa, 27 Januari 2026 | 00:40 WIB
Kerangka Hangus di Lombok Barat: Botol Bahan Bakar dan Tali Nilon Jadi Kunci Misteri

Suasana mencekam menyelimuti Dusun Batu Leong di Lombok Barat. Warga digegerkan oleh sebuah penemuan mengerikan: sisa-sisa kerangka manusia yang tampak habis dilalap api. Mayat itu nyaris tak berbentuk lagi, hanya tinggal tulang-belulang yang menghitam.

Menurut keterangan warga, pertama kali mereka melihat kobaran api di tepi jalan dekat Pura Batu Leong pada Minggu sore lalu. Awalnya, tak ada yang curiga. “Kami kira cuma orang membakar sampah atau rumput kering,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Tapi ternyata dugaan itu salah besar.

Saat api mulai mereda, yang tersisa bukanlah abu sampah, melainkan kerangka manusia. Spontan, kepanikan pun menyebar.

Polisi segera bergerak. Tim dari Polres Lombok Barat langsung melakukan olah TKP untuk mengumpulkan petunjuk. Hasilnya, beberapa barang bukti berhasil diamankan. Di sekitar tumpukan sampah dan bekas plastik paket pengiriman, mereka menemukan barang yang mencurigakan.

“Kami amankan beberapa barang bukti,” jelas Kasat Reskrim, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

“Ada satu botol air mineral yang isinya bukan air, melainkan cairan berwarna hijau. Diduga itu bahan bakar jenis pertalite. Lalu, ada juga seutas tali nilon yang kami temukan persis di bawah tubuh korban.”

Nah, dua temuan inilah yang kini jadi perhatian utama polisi. Botol berisi bahan bakar dan tali nilon itu bukanlah barang biasa di TKP. Menurut Eka, barang-barang itu akan ditelusuri lebih jauh untuk mengungkap motif di balik peristiwa ini.

Pertanyaan besarnya: apakah ini kasus pembunuhan yang lalu dibakar untuk menghilangkan jejak? Atau ada cerita lain yang lebih rumit? Polisi masih menyelidiki, berusaha merangkai semua petunjuk yang ada. Sementara itu, warga setempat masih diliputi rasa was-was, menunggu titik terang dari penyelidikan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar