Ngomong-ngomong soal waspada, selain cuaca, ada baiknya kita juga menyimpan nomor-nomor darurat. Siapa tahu diperlukan. Berikut daftarnya, yang saya rangkum dari berbagai sumber resmi.
- 112: Panggilan darurat nasional
- 110: Hubungi polisi
- 113: Pemadam kebakaran
- 115: Basarnas untuk pertolongan dan pencarian
- 117: BNPB untuk penanggulangan bencana
- 129: Posko bencana alam
- 123: Gangguan listrik, hubungi PLN
- 118/119: Panggilan ambulans
- 14080: Butuh pertolongan di jalan tol? Telepon Jasa Marga.
- 021-7992325: Palang Merah Indonesia (PMI)
- 021-3925230: Komnas HAM
- 021-31901556: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
- 1500-533: Keracunan? Hubungi sentra info BPOM.
- 119-8: Layanan konseling SEJIWA untuk pencegahan bunuh diri.
Siapkan Juga Tas Siaga Bencana
Nah, selain nomor darurat, persiapan fisik juga penting. Menurut BNPB, tas siaga bencana adalah barang wajib yang harus disiapkan tiap keluarga. Fungsinya sederhana: untuk bertahan hidup saat bantuan belum datang dan memudahkan evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Kira-kira, apa saja isinya?
- Simpan surat-surat penting seperti akta, ijazah, sertifikat tanah, atau BPKB. Masukkan dalam plastik klip biar aman dari air.
- Bawa pakaian untuk tiga hari, termasuk jaket, selimut tipis, dan jas hujan. Jangan lupa handuk.
- Logistik dasar: air minum untuk tiga hari dan makanan ringan yang tahan lama seperti biskuit, mi instan, atau cokelat.
- Kotak P3K wajib. Isi dengan obat-obatan pribadi dan obat umum seperti paracetamol atau plester.
- Alat komunikasi dan informasi. Radio kecil, handphone plus charger dan powerbank. Biar kita tetap bisa pantau perkembangan.
- Perlengkapan mandi sederhana: sabun, sikat gigi, pasta gigi.
- Masker sekali pakai dan peluit. Siapa tahu butuh alat bantu napas atau menarik perhatian tim penyelamat.
- Jangan lupa uang tunai secukupnya.
- Terakhir, alat penerangan. Senter dengan baterai ekstra, headlamp, atau lilin dan korek api.
Memang, kita berharap tas ini tidak pernah perlu digunakan. Tapi seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Lebih baik siap dan tenang, daripada panik saat keadaan darurat benar-benar terjadi.
Artikel Terkait
Jakarta Tenggelam: 45 RT dan Sejumlah Jalan Masih Terendam Banjir
Kanopi Terbang Lumpuhkan KRL Solo-Jogja, Ribuan Penumpang Terdampak
Rumah Bergeser, Pohon Tumbang: Mencekamnya Tanah Bergerak di Pekalongan
Kapolda Metro Jaya Turun Langsung, Bantuan Polri Dikirim ke Titik Banjir Bekasi