Warga Petogogan Pasrah, Banjir Pinggang Kembali Melanda

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:40 WIB
Warga Petogogan Pasrah, Banjir Pinggang Kembali Melanda

Genangan air di Petogogan, Kebayoran Baru, akhirnya mulai mengering. Bagi sebagian warga, kejadian seperti ini sudah bukan hal yang mengejutkan lagi. Iis, seorang warga berusia 40 tahun yang tinggal di sana sejak 2003, mengaku sudah sangat terbiasa. "Enggak kaget, kalau aku mah udah biasa," ujarnya dengan nada pasrah saat ditemui Sabtu lalu.

"Mau gimana lagi?" tambahnya.

Menurut Iis, kawasan Pulo Raya di Petogogan memang sudah seperti langganan banjir ketika hujan deras mengguyur. "Banjir mah kalau hujan juga banjir di sini, nggak cuman ini doang. Emang langganan banjir Pulo Raya, dari dulu," ceritanya.

Namun begitu, banjir kali ini terasa berbeda. Biasanya, air hanya setinggi betis atau di bawah lutut. Tapi kemarin, ketinggiannya mencapai sepinggang orang dewasa. Arusnya pun deras, membuat orang enggan untuk menerobos.

"Nggak ada yang berani lewat," imbuh Iis.

Penyebabnya diduga kuat adalah jebolnya tanggul di sekitar Rumah Pompa Pulo Raya. Iis meyakini, kalau saja tanggul itu tidak jebol, situasinya tidak akan separah itu. "Kalau nggak jebol ya nggak segitu parahnya," tegasnya.

Di sisi lain, respons perbaikan terbilang cepat. Begitu tanggul jebol, pagi harinya langsung dikerjakan. Penyalaan pompa air juga mempercepat surutnya genangan.

"Langsung kemarin jebol, paginya langsung dikerjain semuanya. Tapi ini pompanya udah nyala, cepet," tutur Iis, menggambarkan upaya yang dilakukan.

Dia merasa, tindakan cepat itu penting untuk mencegah hal yang lebih buruk. "Kalau nggak dikerjain kan ya takutnya air naik lagi malah tambah parah lagi."

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar