Komentar terbaru Donald Trump soal kontribusi militer Inggris di Afghanistan memantik reaksi keras dari pemerintah London. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News Kamis lalu, mantan presiden AS itu menyebut pasukan NATO, termasuk Inggris, "agak di belakang" dan tidak bertempur di garis depan.
Padahal, faktanya sama sekali berbeda. Menurut sejumlah saksi dan catatan sejarah, setelah serangan 11 September 2001, Inggris justru termasuk sekutu pertama yang bergabung dengan AS di Afghanistan. Mereka turun langsung ke medan perang, bukan cuma duduk di belakang. Lebih dari 450 tentara Inggris kehilangan nyawa dalam konflik panjang itu.
Trump tampaknya melupakan angka itu. Atau mungkin tak pernah tahu.
"Mereka akan bilang mereka mengirim pasukan ke Afghanistan," ujar Trump dalam wawancaranya.
"Dan memang benar, mereka agak di belakang, sedikit di luar garis depan," tambahnya.
Artikel Terkait
Nahas di Jalan Pemuda, Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Mogok
Jakarta Terjebak: Perbaikan Jalan Ditunda Sampai Hujan Reda
Mantan Kajari HSU Ajukan Praperadilan, Gugat Sah-tidaknya Penyitaan KPK
Polri Gelar Rotasi Besar, Kapolda hingga Kapolres Bergeser