Tak cuma itu, dia juga mengulang klaim lamanya bahwa NATO takkan membantu Amerika jika diperlukan. Pernyataan ini, seperti yang sebelumnya, langsung menuai kritik.
Inggris jelas tersinggung. Menteri Kesehatan Stephen Kinnock menyebut Perdana Menteri Keir Starmer pasti akan membahas hal ini dengan Trump. Rasa bangga pada angkatan bersenjata menjadi harga diri yang tak bisa diabaikan.
"Saya pikir dia pasti akan mengangkat masalah ini dengan presiden..." kata Kinnock kepada Radio LBC.
"Dia sangat banggu dengan angkatan bersenjata kita, dan dia akan menjelaskan hal itu kepada presiden," tegasnya.
Memang, korban jiwa di Afghanistan bukan cuma dari AS atau Inggris. Pasukan dari sekutu NATO lain seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Denmark juga banyak yang gugur. Perang itu, pada akhirnya, menjadi pengorbanan kolektif yang pahit. Dan komentar Trump, bagi banyak pihak di Inggris, terasa seperti menginjak-injak pengorbanan itu.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka