Malam itu, sekitar pukul sembilan lebih, angin kencang tiba-tiba menerjang kawasan Kemayoran. Tak lama berselang, atap Gelanggang Olahraga Serdang di Jakarta Pusat pun ambruk. Rangkaian besi dan seng itu jatuh menimpa belasan motor yang terparkir di lokasi.
Menurut keterangan dari BPBD DKI Jakarta, peristiwa ini terjadi pada Jumat malam, 23 Januari lalu. Untungnya, meski kejadiannya cukup dramatis, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI, menegaskan hal itu.
"Pada peristiwa tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa," kata Yohan.
Penyebabnya diduga kuat adalah cuaca ekstrem. Hujan deras yang disertai angin kencang membuat struktur atap GOR itu tak lagi mampu menahan beban. Akibatnya, kerusakan yang cukup parah pun tak terhindarkan.
Yohan juga menyebutkan besaran kerugian material. "Yang terdampak ada 11 sepeda motor. Dan untuk kerugian kurang lebih mencapai Rp500 juta," ujarnya.
Momen ambruknya atap itu sendiri sempat terekam oleh kamera CCTV. Rekaman yang beredar menunjukkan betapa dahsyatnya hempasan angin saat itu. Ada pengendara yang kebetulan melintas, namun berhasil selamat tanpa cedera suatu keberuntungan di tengah insiden yang merugikan ratusan juta rupiah ini.
Artikel Terkait
Praka TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon, Komisi I DPR Desak Pemerintah Perketat Keamanan Pasukan Perdamaian
DPR Minta Debt Collector yang Manipulasi Layanan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang Dipidanakan
Damkar Semarang Laporkan Debt Collector ke Polisi Usai Laporan Kebakaran Palsu
Empat Prajurit TNI Gugur dalam Dua Serangan Berturut-turut di Lebanon Selatan