Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai pihak juga digalakkan. Chico memastikan kerja sama dengan pemerintah pusat berjalan erat. Mereka juga berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG, salah satunya untuk operasi modifikasi cuaca atau OMC.
Persoalan banjir dan situ ini memang menarik perhatian istana. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menyoroti banjir yang melanda Jakarta awal tahun ini. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan lebih lanjut pada Kamis (22/1).
"Tentunya cuaca ekstrem itu hanya salah satu faktor," kata Pras Hadi di kompleks Istana.
"Curah hujan di akhir Januari ini memang tinggi. Tapi kita sadar, ini nggak cuma soal cuaca. Perubahan tata ruang dan pendangkalan di daerah aliran sungai juga punya pengaruh besar," lanjutnya.
Berdasarkan data yang dia ketahui, Pras Hadi mengungkap fakta mencengangkan. Jakarta pernah memiliki sekitar seribu situ yang berfungsi sebagai penyerap air. Namun, jumlah itu menyusut drastis seiring waktu. Kini, yang tersisa hanya sekitar dua ratus. Penyusutan inilah yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo.
Karena itu, kata Pras, pemerintah bertekad menyelesaikan masalah banjir ini dari akarnya. Bukan sekadar tanggap darurat, tapi dengan penanganan jangka panjang yang menyeluruh.
Artikel Terkait
Bendung Katulampa Bertahan di Level Siaga 4 Meski Bogor Diguyur Hujan
Divisi Humas Polri Kembali Berganti Tangan, Johnny Isir Ambil Alih
Tembok Lantai Tiga GOR Kemayoran Ambruk, Sebelas Motor Tertimpa Reruntuhan
Sopir Angkot Bogor Serahkan Diri Usai Tabrak dan Seret Pejalan Kaki 200 Meter