Air Surut di Sejumlah Titik, Jakarta Barat Masih Berjuang Hadapi Genangan

- Jumat, 23 Januari 2026 | 22:35 WIB
Air Surut di Sejumlah Titik, Jakarta Barat Masih Berjuang Hadapi Genangan

Malam ini, kondisi banjir di Jakarta mulai menunjukkan perbaikan. Air perlahan-lahan surut di beberapa titik yang sebelumnya terendam. Meski begitu, situasi belum sepenuhnya normal. Menurut laporan terbaru BPBD DKI Jakarta per pukul 22.00 WIB, masih ada 81 RT dan 15 ruas jalan yang tergenang.

Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengonfirmasi angka tersebut pada Jumat malam (23/1/2026).

"BPBD mencatat saat ini terdapat 81 RT dan 15 ruas jalan tergenang," ujarnya.

Angka itu sebenarnya sudah menurun dibandingkan kondisi dua jam sebelumnya. Pada pukul 20.00 WIB, tercatat 114 RT yang masih terendam. Jadi, ada penurunan yang cukup signifikan dalam rentang waktu yang relatif singkat. Sayangnya, untuk ruas jalan, jumlahnya masih bertahan di angka 15.

Perbaikan paling jelas terlihat di Jakarta Selatan. Wilayah ini sempat memiliki 31 RT yang terendam, namun kini hanya tersisa 9 RT saja. Kemajuan serupa juga terjadi di Jakarta Timur, di mana titik banjir berkurang dari 26 RT menjadi 15 RT.

Namun begitu, beban terbesar masih ditanggung oleh Jakarta Barat. Hingga laporan ini dibuat, ada 50 RT di wilayah tersebut yang masih berjuang melawan genangan. Rinciannya cukup panjang, mulai dari Duri Kosambi dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter akibat luapan Kali Angke dan hujan deras, hingga wilayah-wilayah lain seperti Kapuk, Rawa Buaya, dan Kembangan dengan variasi ketinggian dan penyebab yang serupa.

Di Jakarta Selatan, sembilan RT yang masih terdampak tersebar di Tanjung Barat, Cipulir, Duren Tiga, dan Pejaten Timur. Di Pejaten Timur, genangan bahkan dilaporkan sedalam 140 sentimeter, sebuah angka yang cukup mengkhawatirkan.

Sementara itu, di Jakarta Timur, 15 RT yang masih terendam tersebar di beberapa kelurahan seperti Rawa Terate, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Jakarta Utara juga belum sepenuhnya lepas, dengan 7 RT di Kapuk Muara masih tergenang air setinggi 40 hingga 75 cm.

Dampak dari bencana ini memaksa sejumlah warga mengungsi. Mereka mencari perlindungan di tempat-tempat ibadah, balai kelurahan, dan fasilitas umum lainnya. Di Jakarta Barat saja, pengungsian tersebar di banyak titik. Misalnya di Kelurahan Rawa Buaya, Masjid Baitul Rahman menampung 177 jiwa dari 45 kepala keluarga. Begitu pula di titik-titik lain, seperti di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, dan Cipinang Melayu di Jakarta Timur.

Di tengah kabar yang masih berat ini, ada secercah harapan. Sejumlah wilayah akhirnya melihat air surut dan warga bisa mulai membersihkan rumah mereka. Setidaknya ada 17 kelurahan yang sudah dinyatakan surut, seperti Kuningan Barat, Pela Mampang, Petogogan, dan Halim Perdana Kusuma. Penurunan air di tempat-tempat ini setidaknya memberi sedikit kelegaan di tengah malam yang panjang bagi ibu kota.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini