Sedangkan untuk gedung-gedung yang lumpurnya sudah dibersihkan, fokusnya bergeser. Sekarang pada pembersihan menyeluruh: dinding, kaca jendela, hingga mengepel lantai agar benar-benar bersih dan layak pakai.
Tak cuma bersih-bersih, ada juga rencana pengecatan. Ini penting untuk memulihkan semangat dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. Cat dan kuas sudah disiapkan, tinggal eksekusi.
Di sisi lain, pemulihan fisik saja tidak cukup. Satgas Kemendagri bersama aparatur sipil negara juga turun ke lapangan untuk hal yang lebih mendasar: pendataan korban. Mereka membantu BNPB memverifikasi data kerusakan rumah dan kondisi tempat tinggal sementara para penyintas.
"Kegiatan akan dilaksanakan bersama ASN Kemendagri dalam membantu BNPB memverifikasi data," jelas Halilul.
Lalu, gedung-gedung mana saja yang sudah bisa difungsikan kembali? Daftarnya cukup panjang, mencakup berbagai instansi vital. Mulai dari Badan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Kantor KIP, hingga Dinas Tenaga Kerja. Lalu ada juga BNNK, Dinas Pertanahan, PKK, DPMPTSP, dan Dinas Perpustakaan. Tak ketinggalan kantor Majelis Adat Aceh, SDN 1 Karang Baru, Gedung Dharma Wanita, Dinas Sosial, Dinas Kelautan dan Perikanan, Sanggar Pendidikan Nonformal, Dinas Pertanian, Laboratorium DLH, serta TK Adhyaksa.
Dan targetnya masih akan ditambah. Kantor Bupati, Bappeda, kantor ATR/BPN setempat, serta sejumlah fasilitas pemerintah lainnya masuk dalam daftar pembersihan berikutnya. Perlahan tapi pasti, denyut kehidupan pemerintahan di Aceh Tamiang kembali berdetak.
Artikel Terkait
Prabowo dan Macron Gelar Jamuan Pribadi di Élysée Usai WEF
Selebgram Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Dharmawangsa
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Jakarta Selatan
Puing Pesawat di Bulusaraung Tak Akan Dievakuasi Seluruhnya