Di sisi lain, soal tempat tinggal, pemerintah tampaknya belajar dari pengalaman. Tito menekankan, pembangunan hunian entah itu hunian sementara atau tetap harus mendengarkan keinginan warga. Bukan sekadar diseragamkan dalam satu kompleks besar.
"Rata-rata maunya di sini tidak mau satu hamparan," jelasnya. "Mereka ingin kembali ke tanahnya sendiri, tentu saja di lokasi yang lebih tinggi dan aman."
Dia berharap, dengan akses yang lancar dan penempatan hunian yang tepat, pemulihan kehidupan warga bisa berjalan lebih cepat. Ekonomi bisa kembali bergerak, trauma perlahan-lahan bisa diobati.
Optimisme itu sedikit banyak terpancar dari semangat pemimpin setempat. Tito mengaku melihat kemajuan sejak kunjungan pertamanya. "Mental Pak Bupati saya lihat tidak kendor. Itu penting sekali," pungkasnya.
"Kalau pemimpinnya kuat dan pantang menyerah, seluruh satgas pasti ikut semangat."
Artikel Terkait
Kapolda Banten Soroti 180 Juta Warganet, Humas Polri Dituntut Lebih Cerdas di Era Digital
Longboat Terbalik di Halmahera Selatan, Satu Tewas dan Satu Masih Hilang
Tebing Ambrol di Bogor, Rumah Tertimpa dan Mobil Tertimbun
Air Surut di Sejumlah Titik, Jakarta Barat Masih Berjuang Hadapi Genangan