Di sisi lain, soal tempat tinggal, pemerintah tampaknya belajar dari pengalaman. Tito menekankan, pembangunan hunian entah itu hunian sementara atau tetap harus mendengarkan keinginan warga. Bukan sekadar diseragamkan dalam satu kompleks besar.
"Rata-rata maunya di sini tidak mau satu hamparan," jelasnya. "Mereka ingin kembali ke tanahnya sendiri, tentu saja di lokasi yang lebih tinggi dan aman."
Dia berharap, dengan akses yang lancar dan penempatan hunian yang tepat, pemulihan kehidupan warga bisa berjalan lebih cepat. Ekonomi bisa kembali bergerak, trauma perlahan-lahan bisa diobati.
Optimisme itu sedikit banyak terpancar dari semangat pemimpin setempat. Tito mengaku melihat kemajuan sejak kunjungan pertamanya. "Mental Pak Bupati saya lihat tidak kendor. Itu penting sekali," pungkasnya.
"Kalau pemimpinnya kuat dan pantang menyerah, seluruh satgas pasti ikut semangat."
Artikel Terkait
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Warga Flores Timur Hadapi Ancaman Ganda
KPK Ungkap Rekam Jejak Korupsi PT SMS di Kasus Suap Rejang Lebong
Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Cepat Korban Bencana Sumatera
Iran Balas Dendam, Rudal Hujani Tel Aviv dan Drone Serang Haifa