Ketua DPP PSI Bestari Barus tak menyembunyikan antusiasmenya. Menyusul mundurnya Rusdi Masse Mappasessu dari NasDem, partainya dikabarkan telah menyiapkan "posisi terhormat" untuk sang politikus. "Kami akan pasti menyambut dengan hati riang gembira," ucap Bestari, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, posisi yang disiapkan itu pantas untuk orang sekelas Rusdi Masse.
Bestari lalu mengisyaratkan bahwa pembicaraan sudah berjalan. Ia mengungkapkan, Rusdi terlihat berada satu lokasi dengan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di sebuah acara pemakaman di Palopo, Sulawesi Selatan. Dari situ, ia meyakini sudah terjadi komunikasi antara keduanya.
"Gerobong luar biasa besar itu pastinya, saya meyakini, akan bersama beliau untuk maju dengan PSI ke depan," tuturnya penuh keyakinan. "Kalau jadi bergabung, gitu ya."
Namun begitu, soal waktu pengumuman resmi, Bestari punya pertimbangan sendiri. Ia bilang, momennya harus istimewa. Rakernas PSI akhir Januari ini disebut sebagai salah satu kemungkinan tempat yang tepat untuk deklarasi.
"Tentunya kalaupun kita mengumumkan, tempat dan waktunya harus juga pada saat yang istimewa bagi PSI," sebut dia. "Salah satunya ya pergelaran besar seperti Rakernas ini."
Dampak kehadiran Rusdi, di mata Bestari, bakal signifikan. Ia bahkan menyebut Sulawesi Selatan berpotensi menjadi "kandang gajah" kedua untuk PSI, mengacu pada logo partainya. Pernyataan ini mengingatkan pada keinginan Kaesang sebelumnya yang menunjuk Jawa Tengah sebagai kandang gajah pertama.
"Ah, ini kandang gajah kedua kalau Rusdi Masse bergabung dengan kita," ujar Bestari, yang juga mantan kader NasDem.
Di sisi lain, proses pengunduran diri Rusdi dari NasDem sendiri sudah berjalan. Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, membenarkan suratnya telah sampai ke meja Ketua Umum Surya Paloh.
"Kemarin," kata Syahar, singkat, saat ditanya kapan ia dipanggil ke Jakarta untuk membahas surat tersebut.
Hingga kini, Bupati Sidrap itu masih enggan berkomentar panjang lebar. Respons Surya Paloh atas keputusan Rusdi pun masih simpang siur, belum ada pernyataan resmi yang jelas.
Artikel Terkait
PM Jepang Sanae Takaichi Curhat Kurang Tidur di Tengah Etos Kerja Gila Kerja
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Gelar Silaturahmi dengan Purnawirawan TNI, Bahas Kerja Sama AS hingga Penambahan Batalion
Amnesty International Peringatkan Risiko HAM bagi Pengunjung Piala Dunia 2026 di AS
Jaksa Tolak Pleidoi Dua Eks Pejabat Kemendikbudristek dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook Rp2,1 Triliun