Airnya masih setinggi dua meter. Di Desa Sukamekar, Kabupaten Bekasi, banjir yang melanda sejak Kamis kemarin telah memaksa sekitar 3.000 keluarga untuk meninggalkan rumah mereka. Mereka mengungsi ke berbagai tempat, tersebar di sepuluh titik yang tercatat saat ini. Di antara para pengungsi, terlihat wajah-wajah renta para lansia hingga bayi yang masih digendong.
Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik HN, menjelaskan situasi yang serba darurat ini.
"Pengungsi sudah tersebar di beberapa titik, ada yang di kantor desa, gedung umum, banyak juga titiknya. Sementara ini tersebar di 10 titik, itu yang terdeteksi," ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan logistik, terutama makanan siap santap.
"Banyak lansia, banyak bayi. Untuk yang dibutuhkan saat ini adalah makanan siap saji atau makanan yang bersifat instan. Kebutuhannya untuk bayi atau lansia, belum ada bantuan dari pihak mana pun," imbuh Taufik.
Ini sebenarnya bukan banjir pertama pekan ini. Taufik menceritakan, air sudah pernah datang pada hari Minggu dan Senin, lalu surut. Namun, banjir yang terjadi Kamis lalu dan masih berlangsung ini jauh lebih parah. Proses evakuasi pun masih terus dilakukan karena permukaan air belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Bantu Turunkan Podium Usai Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus di Istana
Material Proyek Gedung Sumbat Drainase, Jalan dan Rumah di Ciapus Bogor Kebanjiran
IRGC Klaim Luncurkan Serangan Rudal ke Fasilitas AS dan Israel, Sistem Pertahanan Israel Berupaya Mencegat
Polri Resmikan 16 Pusat Studi untuk Hadapi Tantangan Keamanan Kompleks