"Sejak kemarin mereka sudah mengungsi. Ini yang lebih parah," katanya.
Diapit Dua Aliran Sungai
Lokasi desa yang unik menjadi salah satu penyebab utama. Sukamekar terletak persis di antara dua aliran sungai: Kali CBL dan Kali Bekasi. Luapan dari Kali CBL diduga menjadi biang kerok banjir kali ini.
Tapi kekhawatiran belum berakhir. Taufik menyuarakan ancaman yang mungkin masih mengintai.
"Yang dikhawatirkan ini sekarang potensi banjir dari Kali Bekasi, karena banjir hari ini dan kemarin itu (akibat) luapan Kali CBL. Nah, sekarang Kali Bekasi ada potensi meluap juga, jadi ada kemungkinan bertambah tinggi ini banjirnya," jelasnya.
Dengan kondisi geografis seperti itu, ancaman banjir bertambah tinggi bukan mustahil terjadi. Ribuan pengungsi pun hanya bisa menunggu dan berharap air segera surut.
Artikel Terkait
Menteri Tito Tinjau Desa yang Luluh Lantak: Tak Ada Satu Rumah pun yang Utuh
Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Banjir Jakarta Tetap Mengancam
Bareskrim Periksa 18 Pejabat DSI dalam Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Jakarta Tenggelam: 121 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Terendam Banjir