Lahat Gaungkan Perang Lawan Narkoba hingga ke Dusun-dusun

- Kamis, 22 Januari 2026 | 19:55 WIB
Lahat Gaungkan Perang Lawan Narkoba hingga ke Dusun-dusun

Suasana di GOR Bukit Tunjuk, Lahat, Kamis lalu, cukup berbeda. Kerumunan orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul, bukan untuk menyaksikan pertandingan olahraga, melainkan untuk sebuah deklarasi bersama: Indonesia Bersih Narkoba atau Bersinar. Di tengah acara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, tampak hadir menegaskan komitmennya.

Acara bertajuk "Akselerasi Asta Cita Presiden RI Menuju Kabupaten Bersinar" ini memang sengaja digelar di Sumatera Selatan. Ia menjadi simbol komitmen nyata untuk memerangi peredaran gelap narkoba yang kian mengkhawatirkan.

Tak hanya sekadar menghadiri deklarasi, Yandri bersama Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto juga menyempatkan diri mengunjungi kantor BNN setempat. Turut hadir dalam kesempatan itu sejumlah nama penting. Mulai dari Anggota DPR Sri Meliyana, Wakil Gubernur Cik Ujang, hingga Bupati Lahat Bursah Zarnubi. Mereka semua hadir, menunjukkan bahwa persoalan ini butuh perhatian serius dari banyak pihak.

Dalam pidatonya, Yandri menyoroti hal yang cukup mencengangkan. Ancaman narkoba ternyata sudah merambah jauh.

"Narkoba ini telah menyusup hingga ke dusun-dusun," ujarnya. "Ini lampu kuning buat kita. Mereka menyelinap tanpa kita sadari."

Karena itulah, menurutnya, program Desa Bersinar yang berkolaborasi dengan BNN menjadi sangat krusial. Ia mengajak semua kalangan bersatu. Caranya? Dengan menggiatkan kegiatan-kegiatan positif di desa.

Melalui 12 Program Prioritas, Kemendes mendorong partisipasi warga. Saat ini, mereka sedang fokus mengembangkan desa-desa tematik. Misalnya Desa Ikan Nila, Desa Ayam Petelur, atau Desa Daging. Harapannya, desa-desa ini nantinya bisa menjadi pemasok untuk program Makan Bergizi Gratis.

"Selain itu ada Desa Ekspor dan Desa Wisata. Itu cara kita menjawab persoalan dengan hal-hal yang positif," tambah mantan Wakil Ketua MPR RI itu. "Dari Lahat hari ini, kita gaungkan, kita mantapkan hati. Narkoba adalah musuh nyata."

Di sisi lain, Kepala BNN Komjen Suyudi punya kekhawatiran tersendiri. Sasaran empuk peredaran narkoba saat ini adalah generasi muda usia 16 hingga 35 tahun. Ia mengingatkan, jenis narkoba sekarang jauh lebih beragam dan licin. Bukan cuma ganja atau sabu.

"Anak muda harus punya ilmu agama dan literasi tentang narkotika yang kuat," tegas Suyudi.

Menurutnya, modus operandi sudah berubah. Narkoba bisa saja dikemas dalam liquid vape atau minuman sachet yang menarik bagi anak muda. Di akhir sambutannya, Suyudi menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa yang telah menyiapkan relawan anti narkoba. Langkah kecil di tingkat akar rumput ini, baginya, sangat berarti untuk pertahanan terdepan.

Pertemuan di Lahat itu seperti pengingat. Perang melawan narkoba tidak bisa hanya di kota-kota besar. Pertempuran sesungguhnya justru terjadi di daerah-daerah, di desa-desa, tempat ancaman itu mulai merayap diam-diam.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar