Kondisi di Sumatera pascabencana, menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menunjukkan tren perbaikan. Listrik dan pasokan LPG untuk warga yang terdampak perlahan mulai pulih.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Senayan, Kamis lalu. Di hadapan para anggota dewan, ia menegaskan upaya pemulihan layanan energi bagi masyarakat terus digenjot.
"Bencana, sudah kita Alhamdulillah semakin hari semakin baik," kata Bahlil.
Langkah konkret yang sudah diambil adalah pengiriman bantuan. Pihaknya baru-baru ini mendistribusikan seribu unit genset ke lokasi-lokasi yang infrastruktur listriknya masih hancur.
"Kita kemarin terakhir kirim 1.000 genset bagi daerah-daerah yang belum bisa kita bangunkan infrastrukturnya," ujarnya.
Di sisi lain, soal pasokan energi untuk memasak dan kendaraan juga mulai stabil. LPG dan BBM sudah bisa didapatkan lagi di banyak titik. Meski begitu, Bahlil mengakui belum semua wilayah terjangkau sepenuhnya. Akses ke sejumlah desa terpencil masih menjadi kendala.
"LPG sudah mulai normal, BBM juga sudah mulai normal, namun ada beberapa daerah yang belum bisa kita lalui, desa-desa, kita juga melakukan perbaikan terus-menerus. Insyaallah kita doakan," ujarnya.
Tak cuma listrik, kebutuhan dasar lain seperti alat masak juga jadi perhatian. Ribuan kompor gas telah disalurkan ke daerah bencana. Hanya saja, untuk tabung gasnya sendiri masih perlu penanganan lebih lanjut.
Sebagai Ketum Golkar yang memimpin kementerian teknis ini, Bahlil memastikan evaluasi dilakukan rutin. Ia mengaku memantau perkembangan di lapangan setiap hari.
"Kemarin saya kirim 3.000 kompor gas, yang belum itu lah tabungnya. Jadi saya setiap hari melakukan evaluasi untuk mengecek perkembangan di sektor ESDM terkait dengan penanganan bencana," tuturnya.
Artikel Terkait
Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Flyover Pesing, Macet Parah Arah Cengkareng
Prabowo Setujui Penambahan Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit pada 2027
Imigrasi Pastikan Paspor Berserakan di BSD Bukan Milik Jemaah Haji Aktif, Melainkan Dokumen Bekas
Kemendiktisaintek Bentuk Tim Investigasi Usut Dugaan Pemalsuan Riset Empat WNI di Forum Internasional