Di balik berita duka tentang jatuhnya pesawat ATR di Gunung Bulusaraung, ada cerita tentang seorang perempuan yang diingat karena senyum dan kebaikannya. Florencia Lolita Wibisono, atau yang akrab disapa Olen, adalah salah satu pramugari yang menjadi korban dalam musibah itu. Usianya baru 33 tahun.
Kakaknya, Natasya Wibisono, mencoba menahan duka di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara, Kamis lalu. Kenangannya tentang Olen begitu jelas.
"Adik aku itu sosok yang ceria. Dia suka bantu orang. Walaupun mungkin dia nggak ada, dia selalu usahakan untuk orang lain," ujar Natasya.
Rasanya masih seperti mimpi buruk. Natasya mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa adiknya telah pergi. "Walaupun sampai dia nggak ada, saya masih nggak percaya. Tapi belajar untuk terima, ikhlas," tuturnya, lirih. Dukungan dari banyak pihak, meski tak semuanya terbaca, sedikit memberi kekuatan. "Banyak komen yang masuk yang mungkin saya nggak bisa lihat satu-satu. Cuma sekilas-sekilas. Tapi semua orang bilang dia adalah sosok yang baik."
Di tengah kesedihan, Natasya berterima kasih atas semua doa yang mengalir. Keluarganya, kata dia, masih berjuang untuk belajar ikhlas.
Ada satu hal yang menghangatkan hati. Menurut Natasya, Olen sedang dalam masa bahagia dengan pekerjaan barunya. Baru sekitar tiga bulan ia bergabung dengan Indonesia Air Transport, dan semangatnya terasa berbeda.
"Tapi hampir setiap hari hubungi saya. Dia cerita, "gimana" dia "happy" di sana. Ketemu banyak orang baik," kenang Natasya tentang percakapan mereka.
Kini, kenangan tentang keceriaan dan keramahan Olen itulah yang tersisa untuk orang-orang yang mencintainya.
Artikel Terkait
Jay Idzes Kini Jadi Pilar Utama di Lini Belakang Sassuolo Usai Meniti Karier dari Belanda
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Angkot dan Sopir di Tanah Abang Akibat Sengketa Antrean
Anggota TNI Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Kasar ke Anak
Polisi Bekuk Dua Pengedar, Sita 1.790 Butir Obat Keras Ilegal di Bogor