Di balik berita duka tentang jatuhnya pesawat ATR di Gunung Bulusaraung, ada cerita tentang seorang perempuan yang diingat karena senyum dan kebaikannya. Florencia Lolita Wibisono, atau yang akrab disapa Olen, adalah salah satu pramugari yang menjadi korban dalam musibah itu. Usianya baru 33 tahun.
Kakaknya, Natasya Wibisono, mencoba menahan duka di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara, Kamis lalu. Kenangannya tentang Olen begitu jelas.
"Adik aku itu sosok yang ceria. Dia suka bantu orang. Walaupun mungkin dia nggak ada, dia selalu usahakan untuk orang lain," ujar Natasya.
Rasanya masih seperti mimpi buruk. Natasya mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa adiknya telah pergi. "Walaupun sampai dia nggak ada, saya masih nggak percaya. Tapi belajar untuk terima, ikhlas," tuturnya, lirih. Dukungan dari banyak pihak, meski tak semuanya terbaca, sedikit memberi kekuatan. "Banyak komen yang masuk yang mungkin saya nggak bisa lihat satu-satu. Cuma sekilas-sekilas. Tapi semua orang bilang dia adalah sosok yang baik."
Artikel Terkait
Alarm Kebakaran Guncang Forum Davos Saat Trump Masih di Dalam Gedung
Prabowo Siap Unjuk Prabowonomics di Panggung Elite Davos
Tito Usul Inpres Khusus untuk Percepatan Pemulihan Pascabanjir Aceh Utara
Vatikan Pelajari Undangan Trump untuk Paus Bergabung dengan Dewan Perdamaian