Suara dari Lapangan
Di tengah kerumunan, Ganda yang bertindak sebagai koordinator aksi menyampaikan tuntutan massa dengan nada prihatin. Isunya jelas: keberlangsungan hidup.
"Kita minta kebijakan penghapusan angkot tua itu tidak usah. Kalau dihapus, anak istri kita mau makan apa?" katanya.
Dia punya poin lain. Menurutnya, tawaran beralih menjadi sopir BisKita bukan solusi yang realistis. "BisKita cuma hitungan jari. Sedangkan kami sopir angkot semua ada ratusan sampai ribuan. Tidak mungkin BisKita menampung semuanya," beber Ganda.
Jadi, tuntutannya sederhana tapi mendasar. "Kalau memang mau dihapus, kasih kami pekerjaan yang layak."
Sejauh ini, aksi masih berlangsung dengan tenang. Semua pihak tampak menunggu langkah berikutnya dari pertemuan yang digelar di dalam Balai Kota.
Artikel Terkait
LAM Riau Dukung Penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem
Bekasi Masih Terendam, Sembilan Titik Genangan Belum Surut
Longsor di Jalur Maja-Tigaraksa, Layanan KRL Green Line Terganggu
Buaya Lisa Berkeliaran di Belakang SMA 5 Depok, Sekolah Minta Evakuasi