Perjalanan terakhir Olen dimulai dari Makassar. Jenazahnya diterbangkan dari Bandara Sultan Hasanuddin pada Rabu (21/1) kemarin. Sebelumnya, proses penyerahan jenazah berlangsung di kantor Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar. Keluarga almarhumah tak sendirian; mereka didampingi perwakilan dari maskapai Indonesia Air Transport (IAT).
Musibah ini bermula pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat ATR 42-500 milik IAT yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan itu hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Lokasinya saat itu diperkirakan di sekitar Kabupaten Maros.
Keesokan harinya, Minggu (18/1), kabar buruk itu pun terbukti. Puing-puing pesawat ditemukan terserak di lereng Gunung Bulusaruang yang terjal, masuk wilayah Kabupaten Pangkep. Pemandangan yang menyayat hati.
Pesawat itu mengangkut sepuluh orang: tujuh awak dan tiga penumpang. Hingga saat ini, baru tiga korban yang berhasil dievakuasi. Pencarian untuk yang lainnya masih terus dilakukan. Tim gabungan tak kenal lelah menyisir medan berat, berharap menemukan tanda-tanda kehidupan.
Artikel Terkait
Wanita di Jayapura Bakar Pacar Usai Cekcok di Hotel, Korban Kritis
Kapolda Sumsel Buka Latihan Operasi Ketupat Musi 2026, Tekankan Keamanan dan Pelayanan Publik
Kemenag Imbau Umat Islam Hormati Hari Raya Nyepi dalam Panduan Ramadan 1447 H
Menteri Jepang Minta Maaf Publik Usai Terlambat 5 Menit ke Rapat Kabinet